BLU Kehutanan Rp 500 M Siap Disalurkan

Berita SatuJumat, 22 Maret 2013


Tanggamus - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) siap menyalurkan dana badan layanan umum (BLU) kehutanan sebesar Rp 500 miliar pada tahun ini. Sebagian besar dana itu akan menyasar pengusahaan Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Rakyat (HR), Hutan Kemasyarakatan (HKm), dan Hutan Desa (HD) oleh masyarakat perdesaan.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengungkapkan, dana itu merupakan bagian dari dana BLU kehutanan senilai Rp 2,5 triliun yang disiapkan Kemenhut untuk periode 2010-2014. Melalui skema BLU, Kemenhut berharap besar komitmen pemerintah untuk menghijaukan kembali hutan Indonesia melalui program penghijauan dan rehabilitasi lahan bisa terimplementasi dengan baik.

“Untuk tahun ini siap disalurkan dana BLU kehutanan Rp 500 miliar. Kami berharap bisa lebih dan tahun depan pun bisa lebih besar lagi,” ungkap Menhut usai melakukan penyerahan secara simbolis dana BLU senilai Rp 2,55 miliar kepada delapan Kelompok Tani Hutan Rakyat (KTHR) di Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus, Lampung, Jumat (22/3).

Kedelapan KTHR itu meliputi KTHR Mekar Lestari Rp 315,10 juta, KTHR Sumber Rejeki Rp 241,60 juta, KTHR Setia Maju V Rp 385,00 juta, KTHR Karya Mekar Rp 358,00 juta, KTHR Sido Makmur Rp 92,90 juta, KTHR Campang Mandiri Rp 133,32 juta, KTHR Karya Muda I Rp 456,00 juta, dan KTHR Bakti Tani Jaya Rp 569,80 juta.

Dana BLU merupakan pinjaman bergulir dengan bunga murah sekitar 5,75% dan dengan jangka waktu pengembalian cukup lama sekitar 9 tahun. Selain menyasar masyarakat perdesaan dengan HTR misalnya, pemegang konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) juga bisa memanfaatkannya namun dengan pemberian porsi sangat kecil.

Zulkifli mengungkapkan, melalui dana BLU yang menyasar masyarakat perdesaan yang umumnya berprofesi sebagai petani, Kemenhut juga mengharapkan bisa ikut mengentaskan kemiskinan. Masyarakat petani bisa memiliki pendapatan berkelanjutan, jangka pendek dari pengelolaan tanaman semusim, jangka menengah dari pengelolaan ternak sapi, dan jangka panjang dari menanam pohon.

“Kalau mau menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi tinggal menebang pohon jati yang harganya bisa Rp 40-50 juta. Untuk haji tinggal menjual sapi. Selagi belum bisa ditebang, untuk sehari-hari bisa dari pendapatan tanaman semusim yang ditanam di sela pohon jati,” ungkap Menhut.

Kepala Pusat Informasi Kemenhut Sumarto Suharno menjelaskan, Kemenhut terus membuat terobosan guna mempercepat penyerapan dana BLU kehutanan. Salah satunya dengan mengambil alih pengelolaan dana BLU dari kabupaten per September 2012. Kini, dana BLU dikelola BLU-Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan Kemenhut, karena ketika dikelola kabupaten nyaris tidak jalan.

“Sampai saat ini penyerapan BLU kehutanan baru Rp 20 miliar terhitung sejak September 2012 ketika mulai ditangani pusat. Namun penyerapan akan meningkat pesat, karena saat ini saja ada proposal masuk dari 1.000 kelompok tani hutan (KTH) senilai Rp 900 miliar,” ungkap Sumarto.

Menurut dia, selain persoalan pengelolaan, lambannya penyerapan dana BLU kehutanan juga disebabkan faktor terbatasnya sumber daya manusia (SDM) dan dokumen pertanahan. Untuk mengatasi persoalan SDM itu, Kemenhut dalam waktu dekat akan menggandeng lembaga independen. Sedangkan untuk mengatasi soal dokumen, kini dipermudah hanya dengan bukti surat kepemilikan tanah (SKT).

Sumarto mengatakan, penyaluran dana BLU dilakukan dengan tiga mekanisme. Selain dengan mekanisme pinjaman lunak berbunga rendah bagi para pemilik lahan seluas 1 ha dengan pinjaman Rp 20,5 juta, juga bisa dengan mekanisme tunda tebang yang diarahkan untuk melawan sistem ijon. Selain itu mekanisme wana tani yang diarahkan pada masyarakat yang melakukan tumpang sari antara tanaman hutan dan tanaman semusim.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s