Lahan Sawit Dieksekusi, Ratusan Karyawan Terancam Nganggur

Kamis, 28 Maret 2013

OKEZONE. JAKARTA – Pengadilan Negeri Batulicin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) akhirnya mengeksekusi lahan sawit milik PT Sajang Heulang (Group PT Minamas).

Akibatnya, ratusan karyawan perusahaan tersebut terancam menganggur. Eksekusi dilakukan oleh juru sita dari PN Batulicin berdasarkan Surat Keputusan No 01/BAN/eks.PDT/X/2013/PN Batulicin.

Kuasa hukum PT Sajang Heulang, Darul Islam mengungkapkan kekecewaannya. Pasalnya, dalam putusan tersebut tidak dijelaskan batas-batas tanah mana saja yang akan dieksekusi.

Pihaknya dengan tegas menolak eksekusi tersebut lantaran perusahaan masih memegang teguh putusan PK No 22 PK/TUN/2010 yang menyebutkan bahwa PT Sajang Heulang adalah pemilik sah atas tanah bersertifikat HGU No 35 seluas 2.128 hektare.

“Dengan diperkuat oleh Surat Ukur No 01/SBR/2002 tertanggal 23 Maret 2002, yang juga menyebut bahwa HGU dimaksud terletak di Desa Sumber Baru, Angsana, Karang Indah, Bonati dan Sebamban Kecamatan Angsana dan Sungai Loban,” papar Darul dalam keterangannya, Kamis (28/3/2013).

Berdasarkan Pasal 28 UU No 5 tahun 1960, kata dia, dengan kepemilikan HGU Nomor 35 yang terbit pada tahun 2002 dan berlaku hingga 2037, maka perusahaan berhak untuk mengusahakan lahan untuk perkebunan sawit. Perusahaan tersebut juga sudah mengantongi surat izin lokasi untuk keperluan perkebunan dari Kantor Pertanahan Kotabaru No SK.01/PL/460/1993/KP.KTB.

Sementara itu, General Manager (GM) Human Resource PT Minamas Gemilang Chairil Hamdani Nawawi, mengatakan, pihak perusahaan akan tetap bertanggung jawab dengan nasib ratusan karyawan tersebut.

“Ada sekitar 300 karyawan yang bekerja di perusahaan kami. Mereka akan dipekerjakan di perusahaan perkebunan sawit yang masih satu group dengan perusahaan ini,” tegas Chairil.

Sebelumnya, sebanyak empat unit alat berat dikerahkan untuk menumbangkan ratusan pohon kelapa sawit. Bahkan, di target dalam waktu sepekan lahan seluas 2.000 hektare tersebut sudah bersih rata dengan tanah.

Kasus sengketa lahan sawit ini bermula saat PT Anzawara Satria memenangkan gugatan perdata di PN Kotabaru No.12/eksekusi/Pdt.G/2006/PN.KTB dan diperkuat dengan putusan di PN Batulicin No.01/Ban/Pen.Pdt/Eks/2013/PN/Btl.

Pengacara PT Anzawara Satria Abdul Gafar Rehalat menuturkan, sengketa lahan sawit ini terjadi sejak tahun 2006 silam. Saat itu, PT Sajang Heulang selaku pemilik lahan sawit mengajukan gugatan terhadap PT Anzawara Satria selaku pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi batubara.

Semula luas areal tambang milik PT Anzawara 6.000 hektare, namun akhirnya menyusut tinggal sampai 5.000 hektare. Berangkat dari sengketa lahan tersebut, akhirnya PT Anzwara mengajukan gugatan rekontensi dan menang di PN Kotabaru.

Mengenai karyawan perusahaan yang terancam menganggur, PT Anzawara siap menampung semua karyawan PT Sajang Heulang. Bahkan, perusahaan akan membangunkan rumah untuk mereka.

“Kami sudah meminta kepada Kepala Desa dan Ketua RT untuk mendata jumlah karyawan PT Sajang Heulang. Mereka akan kami beri rumah dan pekerjaan. Rumahnya nanti akan menjadi hak milik mereka,” pungkas dia.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s