22 Perusahaan Tambang Rugikan Negara Rp 100 M

24 May 2013

Jakarta, GATRAnews – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan 15 temuan pelanggaran hukum yang dilakukan 22 perusahaan yang 15 di antaranya perusahaan pertambangan besar di empat provinsi.

 

Keterangan tersebut disampaikan Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Ali Masykur Musa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat, (24/5), usai melakukan rapat koordinasi dengan KPK.

 

“BPK menemukan 15 temuan oleh 22 perusahaan, melakukan penambangan tanpa izin mulai dari eploitasi, di mana menambang dan melakukan ekspolari sampai eksploitasi hutan tanpa izin, tidak dilengkapi dengan Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH),” ungkapnya.

 

Menurutnya, temuan tersebut telah disampaikan kepada KPK untuk ditindaklanjuti karena berpotensi merugikan negara ratusan miliar rupiah. “Itu sudah menjadi usulan kami kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.”

 

Pria yang akrab disapa Cak Ali ini menerangkan, akibat pelanggaran yang dilakukan perusahaan tersebut, maka negara berpotensi mengalami kerugian lebih dari Rp 100 miliar. “100 miliar lebih dikit lah. Ini yang terakhir, belum lagi yang berikutnya.”

 

Adapun keempat provinsi yang menjadi lokasi penambangan liar ke-22 perusahaan, termasuk perusahaan pertambangan besar itu terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng), Maluku Utara (Malut), Papua Barat, dan Riu.

 

“Ada empat provinsi yang besar di Kalteng, Riau, Raja Ampat, dan Malut. Jadi demikian potensinya plus minus 100 miliar. Yang kita temukan, adalah menambang tampa izin, tapi sudah keruk kekayaan negara,” tandasnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s