DPR: Kampanye Hitam CPO Indonesia Tidak Selalu Negatif

Rabu, 28 Mei 2014

BERITA SATU. Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Habib Nabiel Almusawa berpendapat, kampanye hitam Eropa yang terus dilakukan terhadap minyak sawit atau crude palm oil (CPO) asal Indonesia jangan hanya dilihat dari perspektif negatifnya saja. Bila dikaji lebih jauh, banyak hal positif yang bermanfaat juga bagi bangsa dan negara Indonesia.

“Hal positif yang utama adalah keinginan pihak-pihak terkait, terutama pengusaha sawit dan pemerintah, untuk membuktikan bahwa tuduhan Eropa itu tidak benar. Ini yang terpenting”, ucapnya.

Menurutnya, CPO yang diproduksi untuk diekspor ke Eropa kurang lebih sama dengan produk untuk konsumsi dalam negeri. “Jadi, kalau bisa dibuktikan bahwa tuduhan Eropa itu tidak benar, maka bangsa dan negara Indonesia juga akan mendapat manfaatnya”, ujarnya.

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, produk CPO Indonesia dituduh tidak sehat karena mengandung lemak jenuh, yang dapat mengakibatkan obesitas (kegemukan), penyakit jantung dan kolesterol.

“Karena ini masalah kesehatan manusia, maka Kementerian Kesehatan (Kemkes) harus dilibatkan. Kemkes mestinya terlibat dalam pengawasan”, katanya.

“Buktikan bahwa tuduhan ini tidak benar. Kalau terbukti tidak benar, kan masyarakat Indonesia juga terhindar dari penyakit degeneratif tersebut”, tambahnya.

Tuduhan lain, CPO Indonesia menjadi biang keladi deforestasi, merusak lingkungan hutan, merusak keanekaragaman hayati, berkontribusi pada pemanasan global dan mendesak habitat orang utan.

“Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup (Kemeneg LH) sebagai wakil pemerintah berperan dalam mengawasi dan memberikan klarifikasi terhadap hal tersebut”, ucapnya.

“Buktikan tuduhan ini juga tidak benar. Kalau tidak benar kan semua makhluk hidup akan merasakan nyaman tinggal di Indonesia karena hutannya terjaga dan lingkungannya lestari”, tandasnya.

Selain masalah diatas, sawit Indonesia dituduh juga rawan konflik sosial. “Kalau tuduhan ini tidak terbukti berarti masyarakat sekitar kebun sawit merasa haknya atas tanah dan hidup layak tidak terganggu dan mendapat manfaat dari keberadaan kebun sawit tersebut”, paparnya.

“Kalau masyarakat hidup sehat di lingkungan yang nyaman serta minim konflik, tentu negara juga akan jadi kuat”, tuturnya.

Namun, kata dia, bila semua tuduhan tersebut masih terbukti, lanjutnya, maka harus dilakukan perbaikan atas pengelolaan sawit Indonesia. Pengusaha, pemerintah, masyarakat dan pihak-pihak terkait lain mesti bahu-membahu mengeliminir dampak negatif dari keberadaan sawit.

“Bukan hanya agar sawit kita diterima dunia internasional, tetapi yang terpenting adalah agar sawit kita tidak menjadi salahsatu sumber bencana lokal maupun nasional”, ujarnya.

“Kita tentu ingin agar sawit kita menjadi anugerah bagi Indonesia. Karena itu dalam proses pengelolaannya harus dipastikan memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan untuk kepentingan generasi mendatang,” katanya mengakhiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s