Komisi Sawit Minta Pembayaran Biodiesel Cepat

Rabu, 28 Mei 2014

INILAHCOM, Jakarta – Komisi Minyak Sawit Indonesia mengharapkan Pertamina membayar suplay biodiesel ke pelaku industri biodiesel pada saat awal transaksi.

Ketua Komisi Minyak Sawit Indonesia, Rosediana Soeharto mengatakan pembayaran uang biodisel dari Pertamina pada tahun depan akan merugikan pelaku industri sawit.

“Pertamina bayarnya tahun depan. Seharusnya cash and cary supaya hidup,” kata Rosediana usai internasional conference exhibition on palm oil di Jakarta, Rabu (28/5/2014)..

Apalagi industri biodiesel mengalami kesulitan ekspor biodiesel karena ada serangan Eropa terhadap produksi biodiesel domestik. “Ini kita kena anti dumping dari negara Jerman dan Eropa terhadap biodiesel,” katanya.

Dengan demikian, lanjut Rosediana, biodiesel yang masuk ke negara Eropa taxnya naik. “Taxnya jadi naik akibat pengaruh anti dumping biodiesel kita,” katanya.

Sementara itu, Rosediana mengatakan mandatori 10% pemerintah hanya mampu memasok 5-7,5 juta ton padahal seharusnya mandatori 25%. “Itu bisa memasok produksi 13-16 juta ton per tahun biodieselnya meskipun pembelinya baru Pertamina,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s