Lindungan Hutan, Greenpeace Minta SBY Bikin Kebijakan Permanen

Rabu, 28 Mei 2014

BERITA SATU. Jakarta – Organisasi lingkungan global Greenpeace mendesak pemerintah untuk segera membuat peraturan yang lebih kuat dan permanen terkait pelestarian hutan dan lahan gambut. Pasalnya, kebijakan moratorium pelestarian hutan yang dibuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan segera berakhir pada 2015.

Kebijakan moratorium tersebut telah dibuat SBY sejak 2011 untuk menghentikan sementara waktu pembukaan hutan alam dan gambut di 63 juta hektar (ha) hutan yang dilindungi oleh moratorium.

“Tahun depan, SBY sudah tidak lagi memiliki wewenang, dan tangung jawab itu ada di pemerintahan berikutnya. Namun, apakah pemerintahan yang baru nanti juga berkomitmen menjaga kelestarian hutan? Itu tantangannya. Sehingga kami mendesak presiden SBY untuk segera mengeluarkan regulasi yang kuat yang mampu melindungi seluruh hutan dan lahan gambut sebelum masa jabatannya berakhir,” kata Yuyun Indradi selaku Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia di Jakarta, Rabu (28/5).

Perpanjangan kebijakan moratorium, menurut Yuyun, juga kurang efektif. Karena dalam konteks memberikan perlindungan, perpanjangan ini sifatnya hanya sementara.

Kita menginginkan peraturan yang memiliki kekuatan hukum dan sifatnya permanen. Karena kalau morarotium itu sifatnya hanya sementara dan ada potensi untuk kembali membuka lahan bila masanya sudah berakhir,” ujar dia.

Yuyun menambahkan, kebijakan moratorium tersebut nyatanya juga tidak mampu mencegah terjadinya kebakaran hutan. Karena berdasarkan analisa Greenpeace pada Februari 2014, lebih dari 30 persen titik-titik api terjadi pada lahan yang sebenarnya dilindungi oleh moratorium.

“Kebakaran di wilayah moratorium ini terjadi akibat lemahnya sistem pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah. Padahal ketika menentukan wilayah mana yang dimoratorium, yang sebagian besar adalah hutan lindung, mestinya pengawasan yang dilakukan akan lebih baik,” tambahnya.

Yuyun juga berharap agar pemerintahanan berikutnya bisa lebih peduli terhadap lingkungan sebagai tumpuan perekonomian Indonesia.

“Ketika hal ini tidak dilihat oleh capres dan cawapres kita, maka akan ada hal besar yang terlewatkan. Sehingga saya tidak yakin kalau visi misi politik mereka akan mampu menjawab apa yang dinamakan kesejahteraan,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s