Freeport dan Newmont masih bercokol puluhan tahun lagi

Kamis, 29 Mei 2014

Merdeka.comPemerintah mengklaim semakin memperoleh kemajuan dalam proses renegosiasi Kontrak Karya (KK) tambang. Hal itu ditandai dengan bersedianya petinggi PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara merundingkan poin-poin sensitif, seperti divestasi saham maupun peningkatan royalti kepada Indonesia.

Tetapi, perpanjangan kontrak dua tambang asal Amerika Serikat sama sekali ogah di utak-atik oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono menjelang lengser dengan alasan bukan fokus pemerintahnya. “Kapasitas soal perpanjangan masa kontrak itu kewenangannya tidak pada pemerintah saat ini” ujar Menko Perekonomian Chairul Tanjung di kantornya, Jakarta, Rabu (28/5) malam.

Dia mengakui Freeport dan Newmont yang mulai bersedia patungan membangun smelter, sempat meminta imbal balik perpanjangan kontrak.

“Apa yang diminta oleh Freeport terkait dengan perpanjangan masa kontrak, kewenangannya ada pada pemerintahan pada saat kontrak itu akan berakhir,” kata Chairul di kantornya, Jakarta, Rabu (28/5) malam.

Merujuk kontrak yang berlaku, dua tambang AS ini masih lama bercokol di Indonesia. Freeport baru habis masa kontrak di Grasberg, Timika, Papua pada 2021. Sementara tambang Batu Hijau, Newmont di Nusa Tenggara Barat selesai kontrak lebih lama lagi, yakni pada 2030.

Pemerintah menjamin negosiasi soal kemungkinan perpanjangan kontrak tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. “Paling cepat amandemen perpanjangan kontrak itu baru bisa dilakukan dua tahun sebelumnya,” kata pria akrab disapa CT itu.

Di sisi lain, Presiden Direktur Freeport-McMoRan Inc, induk usaha Freeport Indonesia, dijadwalkan melawat ke Jakarta pekan depan. CT mengatakan kunjungannya terkait renegosiasi dan diskusi lebih lanjut dalam merealisasikan pembangunan smelter.

Dia membantah itu ada kaitannya dengan upaya Freeport mendesak perpanjangan kontrak dilakukan tahun ini. “Kewenangan pemerintah sekarang hanya sebatas penerapan UU Minerba terkait dengan pembangunan smelter yang ada,” tegasnya.

CT pun membantah bila Freeport maupun Newmont meminta insentif lain, setelah bersedia membangun smelter bersama PT Aneka Tambang. Untuk diketahui, bila pekan depan tim negosiasi sepakat dengan uang jaminan pembangunan smelter dari tambang AS ini, maka akan ada keringanan bea keluar ekspor.”Tidak ada lobi-lobi,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s