Bungkil Sawit Sebagian Besar untuk Ekspor

BANDUNG, (PRLM).- Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian di tahun 2011 melaporkan, produksi bungkil sawit nasional mencapai 2,8 juta ton. Dari jumlah tersebut 95% diekspor dan hanya 5% sisanya untuk kebutuhan dalam negeri.

“Yang 5% sisanya itu pun tidak mudah diakses oleh peternak. Akan lebih baik bila potensi bungkil sawit kita itu diolah semua menjadi pakan,” kata Anggota Komisi IV DPR, Habib Nabiel Almusawa, dalam rilisnya ke “PR Online”, Senin (2/6/2014).

Menurut Habib, bila potensi ini dikelola maksimal di seluruh perkebunan sawit setidaknya ada tiga keuntungan yang akan diperoleh. Pertama, mengurangi kemiskinan karena program ini tentu membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit. Kedua, panen sapi untuk mewujudkan swasembada daging. Ketiga, tersedianya pupuk organik murah untuk menjaga kesuburan tanaman sawit.

Kendala utama untuk mewujudkan hal tersebut saat ini adalah pengadaan bibit sapi yang cukup. “Untuk mengelola potensi yang besar itu tentu membutuhkan sapi dalam jumlah yang banyak juga,” paparnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Dia meminta Kementerian Pertanian, dalam hal ini Ditjen PKH dan Ditjenbun (Direktorat Jenderal Perkebunan), turun tangan membantu memfasilitasi pengadaan bibit sapi. “Semua program kementerian yang bersifat lintas sektoral harus melakukan kerjasama dan saling kordinasi antar kementerian/lembaga. Tata kelola negara ini tidak akan pernah baik kalau tidak ada link and match yang bagus antar kementerian dan lembaga,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s