NERACA DAGANG: April 2014 Defisit Hampir US$2M

Senin, 02 Juni 2014,

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada April 2014 defisit US$1,96 miliar, secara nilai. Namun, secara volume terjadi surplus sebesar 31,80 juta ton.

Nilai ekspor April mencapai US$14,29 miliar, turun 2,63%% dari Maret. Ekspor dari sektor industri naik sekitar 2%, ekspor barang pertanian naik 3,31%, sedangkan ekspor barang tambang merosot sekitar 20%.

Ekspor migas turun menjadi US$10,5 miliar pada April. “Tapi kalau kita lihat ekspor industri mulai naik, berarti sudah sesuai harapan pemerintah untuk mengompensasi tekanan pada sektor tambang,” kata Kepala BPS Suryamin, Senin (2/6/2014).

Ekspor nonmigas April turun 7,09% dari bulan sebelumnya. Total ekspor nonmigas April mencapai US$11,66 miliar. Ekspor migas, sementara itu, turun 0,35% dari Maret menjadi hanya US$2,63 miliar.

“Karena penurunan harga komoditas CPO, nilai ekspor nonmigas menjadi berkurang,” jelas Suryamin. Secara kumulatif, lanjutnya, hampir terjadi penurunan ekspor di semua komoditas, kecuali untuk komoditas gas.

Adapun, ekspor bahan bakar mineral termasuk batubara turun 9,78%, lemak dan minyak nabati termasuk CPO dan kopra turun 2,27%, mesin dan peralatan listrik 3,75%, kendaraan dan bagiannya 12,9%, serta perhiasan dan permata turun 23,15%.

Secara akumulasi, lanjut Suryamin, tren penurunan itu tidak terlalu mengkhawatirkan karena nilai ekspor CPO bulan lalu masih lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya. “Artinya, ada komoditas yang masih bisa digenjot ekspornya untuk menutupi penurunan ekspor.”

Di sisi lain, impor April mencapai US$16,25 miliar, naik 11,93% dari bulan sebelumnya dan turun 1,26% dibandingkan April tahun lalu. Impor migas mengalami penurunan 7,55% dan impor nonmigas naik 19,32%.

“Impor nonmigas diduga naik untuk menghadapi bulan puasa dan Lebaran juga tahun ajaran baru. Mudah-mudahan sifatnya hanya sementara. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, impor April terhadap Maret memang biasanya mengalami tren peningkatan karena momennya menghadapi tahun ajaran baru dan hari raya,” kata Suryamin.

Impor Indonesia terbesar berasal dari China senilai US$10,01 miliar, diikuti Jepang US$5,86 miliar, dan Singapura US$3,43 miliar.

Impor bahan baku pada Januari-April turun menjadi US$44,5 miliar dari periode yang sama tahun lalu, impor barang modal juga turun menjadi US$9,89 miliar, sedangkan impor barang konsumsi justru naik menjadi US$4,1 miliar.

“Peningkatan barang konsumsi ini juga gambaran bahwa peningkatan impor dibutuhkan menjelang puasa dan tahun ajaran baru.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s