Bea Keluar Mineral Bisa Dikurangi Hingga 0%

Selasa, 03 Juni 2014

Bisnis.com, JAKARTA – Dispensasi bea keluar mineral dirancang hingga 0% terhadap perusahaan yang terbukti merealisasikan proyek smelternya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Andin Hadiyanto mengatakan besaran pengurangan bea keluar bervariasi, bergantung pada sejauh mana kemajuan proyek. Progresivitas proyek diukur dari realisasi investasi.

Saat ini, eksportir dikenai bea keluar progresif atau naik bertahap hingga 2017 sebesar 20%-60% untuk pengapalan konsentrat tembaga, konsentrat bijih besi, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal dan konsentrat seng.

“Misalnya, 10% penyerapannya (realisasi investasi), nanti akan dikenakan tarif sekian persen. Semakin tinggi penyerapannya, semakin rendah bea keluarnya,” katanya, Selasa (3/6/2014).

Ketentuan yang akan dituangkan dalam peraturan menteri keuangan itu bakal berlaku 3 tahun hingga 2017.

Skema pengurangan nantinya terdiri atas lima tahap. Namun, Andin tidak bersedia membeberkan besaran pengurangan tarif. Dia mengatakan PMK akan terbit bulan ini setelah draf disampaikan dan disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pemerintah pekan lalu memutuskan kebijakan pelonggaran bea keluar bagi pemegang kontrak karya (KK) yang menunjukkan keseriusan membangun smelter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s