Harga CPO Merosot, Neraca Perdagangan Defisit

Tuesday, 03 June 2014

Jakarta, GATRAnews Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja melaporkan neraca perdagangan April tahun ini mengalami defisit US$ 2 miliar. Defisitnya neraca perdagangan tersebut salah satu penyebabnya merupakan merosotnya harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (cpo) sebagai salah satu andalan komoditas ekspor indonesia.

 

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan penurunan harga kelapa sawit tersebut memengaruhi pengurangan nilai ekspor. “Penurunan paling dalam di minyak nabati 45% nominalnya lebih dari US$ 1 miliar. Nilai ekspor dengan volume sama yang tadinya US$ 2,035 miliar jadi US$ 1,119 miliar,” kata Lutfi di Gedung Kemendag, Selasa (3/6).

 

Ia juga menambahkan jika nilai kelapa sawit sama dengan bulan Maret, maka neraca perdagangan April terkoreksi surplus. “Neraca perdagangan nonmigas akan lebih baik. Ini akan terkoreksi surplus,” kata Lutfi. Selain mengalami penurunan nilai, Lutfi menambahkan volume ekspor komoditas kelapa sawit juga mengalami penurunan sekitar 50% dibandingkan bulan lalu.

 

Lutfi mengatakan akan memanggil para pengusa kelapa sawit dan instansi berkaitan untuk membahas penurunan harga. Ia menjanjikan menaja pertemuan tersebut dalam pekan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s