KELAPA SAWIT: Sukses Ekspor, Indonesia Jadi Target Serangan

Rabu, 04 Juni 2014

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menilai serangan kampanye negatif terhadap kelapa sawit Indonesia adalah ekses dari keberhasilan Indonesia menjadi eksportir utama di dunia.

Sekjen Gapki Joko Supriyono bahkan menegaskan bahwa sebenarnya serangan yang dilancarkan oleh pelbagai lembaga asing itu hanyalah perang dagang biasa.

Sebab, menurut Joko, komoditas kelapa sawit menjadi andalan Indonesia di pasar internasional karena tidak bisa diproduksi secara signifikan di Eropa dan AS, serta sangat berpotensi menghabisi minyak nabati lain, seperti kedelai dan rapeseed.

Padahal, kata Joko, sudah dibuktikan secara faktual bahwa kelapa sawit adalah minyak nabati dengan produktivitas areal paling tinggi dan paling siap mengisi permintaan dunia hingga sebesar 5-6 juta ton.

“Palm oil hanya butuh 1 juta ha untuk memenuhi peningkatan permintaan dunia itu, sementara kedelai membutuhkan 10 juta ha. Karena suksesnya itulah, minyak sawit jadi masalah,” ungkap Joko, Selasa (3/6/2014).

Oleh sebab itu, Joko menjabarkan bahwa wajar saja apabila negara lain banyak menghantam produsen kelapa sawit Indonesia dengan isu lingkungan.

Padahal, paparnya, apabila dilihat dari tahun ke tahun, negara yang paling banyak melakukan deforestasi dan alih guna lahan gambut adalah China dan Rusia, bukan Indonesia.

Namun, tutur Joko, kedua negara itu nyaris selalu terbebas dari terpaan isu lingkungan seperti di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s