MINYAK NABATI, Kemendag Cari Penyebab Penurunan Ekspor

Selasa, 03 Juni 2014

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah akan mempelajari penyebab anjloknya ekspor komoditi lemak dan minyak nabati yang mencapai 45,02% atau senilai US$1,1 miliar sehingga memberikan tekanan terhadap kinerja ekspor untuk periode April 2014.

“Saya mendapatkan angka penurunan ekspor yang sangat drastis untuk CPO, kita akan lihat dengan seksama bersama dengan instansi terkait,” kata Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, dalam jumpa pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Dibandingkan dengan ekspor komoditas yang sama di Maret 2014, penurunan ekspor lebih dari 45% dari sebelumnya sebesar US$2,3 miliar menjadi US$1,1 miliar.

“Ada penurunan lebih dari 45%, baik secara tonase maupun nilainya. Kami akan berkonsultasi dengan industri dan instansi terkait untuk mempelajari hal tersebut,’ ujar Lutfi.

Lutfi menambahkan jika kinerja ekspor untuk komoditas tersebut sama dengan kinerja Maret 2014, maka sesungguhnya struktur neraca perdagangan nonmigas akan jauh lebih baik. Oleh karena itu, pihaknya akan segera melakukan perbaikan jika ditemukan permasalahan yang menyebabkan turunnya ekspor komoditas tersebut.

“Saya akan mengumpulkan perusahaan minyak sawit. Beri kami waktu untuk melihat permasalahan turunnya ekspor CPO tersebut, kita harus mencari penyelesaiannya,” ujar Lutfi.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat total nilai ekspor periode April 2014 hanya US$14,29 miliar, turun 5,92% dibandingkan ekspor periode Maret 2014 (month on month) sebesar US$15,19 miliar.

Penurunan ekspor terutama dipicu anjloknya nilai ekspor komoditas nonmigas sebesar 7,09%, sementara itu ekspor migas turun 0,35%.

Pada periode April 2014 nilai ekspor non-migas mencapai US$11,66 miliar, dan sedangkan nilai ekspor migas sebesar US$2,63 miliar.

Penurunan ekspor nonmigas April 2014 dipicu merosotnya komoditi lemak dan minyak hewani/nabati sebesar 45,02% menjadi US$1,119 miliar, dari sebelumnya pada Maret 2014 tercatat ekspor sebesar US$2,04 miliar.

Selama periode tersebut, volume ekspor komoditas andalan Indonesia itu merosot 47,61%, dari 2,38 juta ton, menjadi hanya 1,25 juta ton. Pada golongan komoditas itu, penurunan juga dikontribusi merosotnya ekspor minyak kelapa sawit (CPO) yang turun dari 8,27 juta ton menjadi 7,52 juta ton.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s