Pemerintah Masih Nego Besaran Bea Keluar Tambang

Selasa, 3 Juni 2014

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah segera mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) baru untuk perusahaan tambang yang berkomitmen membangun smelter.

Menko Perekonomian Chairul Tanjung menytakakan saat ini pihaknya masih melakukan negosiasi dengan pelaku usaha mengenai besaran bea keluar yang akan diatur dalam beleid tersebut.

“Namanya masih nego, enggak bisa disampaikan kisaran bea keluarnya kepada publik. Kalau sudah kelar, akan disampaikan,” kata dia, Selasa (3/6/2014).

Sebelumnya, pemerintah mengklaim PMK No.6 tahun 2014 dikenakan kepada perusahaan tambang yang membangun smelter, untuk memonitor perkembangan pembangunan smelter.

Chairul Tanjung menambahkan, PMK lama yang mengatur besaran bea keluar bakal dikenakan bagi perusahaan tambang yang tidak menaati aturan hilirisasi mineral, dan tidak mau membangun smelter. “PMK No.6 tahun 2014, itu PMK untuk yang menolak bangun smelter,” ujarnya.

Asal tahu saja, dalam PMK No.6 tahun 2014, bea keluar mineral olahan dipatok 20-25 persen, dan naik progresif tiap semester hingga Desember 2016 dengan tarif 60 persen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s