Pengusaha Bantah Sawit Rusak Lingkungan

Selasa, 03 Juni 2014

TEMPO.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Joko Supriyono membantah usaha perkebunan kelapa sawit sebagai perusak lingkungan karena membuka lahan gambut. Dia mengklaim budi daya kelapa sawit justru dapat menjadi solusi untuk lahan gambut yang rusak.

Joko menambahkan, jumlah alih fungsi lahan gambut di Indonesia sangat sedikit. “Minyak kelapa sawit yang berasal dari gambut tak terganggu, hanya berjumlah 3 persen,” kata Joko dalam “Lokakarya Keberlanjutan Investasi Perkebunan di Lahan Gambut” yang berlangsung di Hotel JW Marriot, Selasa, 3 Juni 2014. Sisanya, 26,7 persen dari gambut terganggu, 43 persen dari lahan telantar, dan 14 persen dari lahan pertanian.

Joko tak memungkiri ada pengusaha yang membakar lahan gambut. Namun, kata Joko, hal tersebut kasuistik. “Jangan digeneralisasi, dong,” katanya.

Pengusaha kelapa sawit, kata Joko, tak mungkin membakar lahan karena risikonya sangat tinggi. “Kami, kan, punya izin yang berbasis lokasi,” kata Joko. Jika membakar lahan, kata dia, pengusaha akan dengan mudah dihukum.

Joko mengatakan pembakaran lahan gambut biasanya dilakukan oleh petani swadaya yang ingin punya kebun. Ia menjamin petani swadaya yang membakar lahan sama sekali tidak berafiliasi pada perusahaan besar.

Menurut Joko, masih adanya kebakaran lahan adalah akibat lalainya Kementerian Kehutanan. Selain itu, pemerintah tak memberikan solusi pada petani swadaya agar tidak membakar lahan. “Makanya terjadi terus setiap tahun,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s