Renegosiasi Tambang Mentok di BK dan Investasi

Selasa, 3 Juni 2014

INILAHCOM, Jakarta – Pemerintah mengakui proses renegoisasi dengan pihak Freeport dan Newmont masih belum selesai. Lantaran keduanya belum mencapai kesepakatan dengan pemerintah.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Mahendra Siregar mengatakan pertemuan dengan Freeport dan Newmont sebelumnya ada hal yang belum sepakat.

“Tadi saya lapor ke Pak Menko, mengenai progres apa yang dicapai beberapa hari ini setelah kami melakukan pertemuan minggu lalu dengan Freeport dan Newmont. Langkah apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah dicapai, dan apa yang belum,” kata Mahendra saat di Kementerian Koordinator Perekonomian, Selasa (3/6/2014).

Mahendra menjelaskan dua hal yang belum ada kesepakatan antara pemerintah dengan Freepot dan Newmont. Dua hal tersebut, lanjut Mahendra, soal bea keluar dan investasi.

“Kita menjelaskan bagaimana kebijakan pemerintah untuk perusahaan yang melakukan investasi smelter lalu dikaitkan insentif investasi dalam bentuk bea keluar. Itu yang mereka akan tanggapi. Kedua, soal jaminan kemudian bagaimana melakukan penampungan escrow nya. Jadi lebih teknis soal bond guarantee,” katanya.

Pemerintah meminta perusahaan tambang untuk membangun smelter guna mengolah hasil tambang mentah jadi setengah jadi untuk eskpor. Jadi sudah ada larangan ekspor mineral kecuali membayar bea keluar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s