Daftar Hambatan Buat CPO RI Tidak Maju

Kamis, 05 Juni 2014

OKEZONE.COM. JAKARTA – Ekspor biodiesel Indonesia pada tahun 2013 dan 2014 mengalami tren penurunan. Selain menurunnya produksi, pemicu lain adalah meningkatnya hambatan atau proteksi perdagangan terhadap produk biodiesel.

Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi mengatakan, proteksi tersebut terutama pada Crude Palm Oil (CPO). “Ada sekitar tujuh hambatan yang memicu turunnya ekspor biodiesel di Indonesia,” tuturnya, Kamis (5/6/2014).

Pertama, dirinya memaparkan peraturan di Eropa yang mengatur energi terbarukan harus berasal dari produk yang sustain. “Kemudian ada empat eksportir produk palm oil yang dikenakan dumping sementara oleh otoritas pegangan Uni Eropa,” kata dia.

Selain itu, regulasi pelabelan yang baru, palm oil tidak lagi masuk dalam kategori vegetable oil. “Regulasi ini akan mulai berlaku pada 13 Desember 2014,” ucapnya.

Selanjutnya, pernyataan pada 27 Januari 2012 mengenai produk biodiesel yang berasal dari palm oil tidak lagi memenuhi ketentuan minimum green house gas, hal ini menyebabkan CPO tidak bisa masuk ke AS.

“Tahun 2014, anggota parlemen Prancis mengajukan kenaikan pajak Nutella 300 persen, meskipun usulan ditolak namun perusahaan Ferero menyatakan tidak akan membeli palm oil dari Indonesia karena deforestasi,” jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, Malaysia menurunkan bea ekspor menjadi 4,5 sampai 8,5 persen, hal ini juga berpengaruh. “Hambatan lain adalah kampanye negatif dari berbagai NGO asing terutama terkait perusakan hutan, keragaman, dan defisiensi hak masyarakat setempat karena pembakaran hutan,” tutupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s