Barito Ditutup, Sektor Tambang Rugi US$15 Juta

Senin, 9 Juni 2014

INILAHCOM, Jakarta – INSA memperkirakan, penutupan alur pelayaran Sungai Barito, Marabahan di Kabupaten Barito Kuala dapat merugikan sektor tambang dan pelayaran hampir mencapai US$15 juta per hari.

Wakil Ketua Umum Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) bidang Tug and Barge Teddy Yusaldi mengatakan, angka itu didapatkan dari perkirakan muatan yang diangkut sebanyak 250 ribu ton per hari dari mulut Barito. “Alur pelayaran adalah wilayah publik sehingga penutupan alur pelayaran sangat mencederai kepentingan publik. Saya sangat menyesalkan hal ini terjadi,” ujar Teddy di Jakarta Minggu (8/6/2014).

Menurut dia, kebijakan penutupan alur pelayaran itu dapat dikategorikan sebagai kebijakan yang meresahkan bahkan membahayakan kepentingan ekonomi nasional. “Sebab, ratusan kapal terancam tidak bisa menggunakan alur pelayaran tersebut. Padahal alur itu dilindungi UU,” katanya.

Penutupan alur tersebut dilakukan setelah perusahaan PT Pelabuhan Barito Kuala Mandiri (PT PBKM) dan operator pelayaran yang tergabung ke dalam INSA Banjarmasin belum mencapai kesepakatan soal besaran tarif pandu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s