REFORMASI AGRARIA: Pemerintah Baru Diminta Jamin Ketersediaan Lahan Petani

Sabtu, 07 Juni 2014

Bisnis.com, MALANG – Pemerintahan yang akan datang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani termasuk memberikan solusi untuk berbagai masalah di bidang pertanian.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan keterbatasan lahan menjadi masalah utama pertanian Indonesia. Dia memprediksi ke depan alih fungsi lahan akan semakin meluas sehingga menggerus eksistensi petani.

“Tanpa ada dukungan lahan pada keluarga petani minimal 2 hektare, tanpa itu tidak mungkin petani sejahtera. Ini yang harus diperjuangkan pemerintahan yang akan datang,” kata Suswono di Malang, Jumat (6/6/2014).

Selain alih fungsi lahan, sistem pembagian warisan juga menjadi faktor mulai menyempitnya lahan petani. Pasalnya tanah-tanah tersebut harus dibagi rata oleh semua sanak saudara.

“Makanya reforma agraria harus dijalankan. Paling tidak ada konsolidasi lahan bagaimana baiknya ke depan,” sambungnya.

Tantangan pemerintahan yang akan datang di sektor pertanian selain keterbatasan lahan menurut Suswono adalah tentang iklim yang juga sangat mempengaruhi hasil pertanian.

Dia memaparkan semakin hari iklim di Indonesia semakin tidak bisa diprediksi. Tidak jarang petani mengalami kerugian karena iklim yang tidak tentu ini.

Oleh karenanya, kata dia, diperlukan sistem kalender tanam terpadu (katam) yang bertujuan untuk menyesuaikan jenis tanaman dan menjadwal waktu penanaman petani.

“Itu telah dilakukan litbang kita. Mudah-mudahan pemerintahan yang akan datang konsen betul persoalan ini,” tutupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s