Kebun Diurus Perusahaan, Warga Tinggal Terima Bersih dari Plasma

Senin, 23 Juni 2014

KALTIM POST, LAMA tak berkembang pada era perusahaan kayu, hadirnya PT Karyanusa Eka Daya, pada 2006 lalu suskes mereka manfaatkan dengan baik.
Selain kemitraan dalam penyediaan jasa angkutan tandan buah segar dan crude palm oil (CPO), community development dari PT Astra Agro Lestari itu juga mengoptimalkan aset “tidur” milik warga. Lewat sistem plasma, dengan menganggur sekalipun, ratusan kepala keluarga di desa tersebut sudah memiliki penghasilan.
“Bisa dibilang, plasma ini salah satu program CSR (corporate social responsibility) kami di bidang ekonomi. Karena sebenarnya, tanpa harus bermitra pun, kami bisa saja memenuhi kebutuhan bahan baku CPO. Meskipun, tak sebanyak jika memaksimalkan lahan warga di sekitar kebun inti kami,” ujar Jaenudin, CD area manager PT AAL untuk PT KED Jenudin.
Dia menuturkan, kesediaan warga menyerahkan lahan mereka untuk dikelola perusahaan tak datang begitu saja. Diskusi panjang hingga berhari-hari pun harus dilakoni manajemen, yang kala itu juga didampingi aparat desa dan pemangku adat.
“Negosiasi pembagian hasil waktu itu cukup sengit. Maklum, warga tak mau kembali merugi saat industri kau masuk ke daerah mereka,” terang pria yang akrab disapa Jay tersebut.
Jay melanjutklan, diskusi yang berjalan hampir sepekan itu akhirnya berbuah kesediaan masyarakat menyerahkan lahan mereka untuk dijadikan sumber produksi sawit. Dengan sistem kaveling, melalui koperasi desa, ada 247 kepala keluarga (KK) yang kini mendapat penghasilan dari sistem plasma tersebut.
“Total luas lahan plasma di kelurahan ini adalah 494 hektare (Ha). Satu KK memiliki lahan antara 1,75-2,16 Ha,” ucap pria berkacamata itu.
Mengenai pembagian hasil, Kepala Kebun PT KED Paijo melanjutkan, 10 persen dari nilai produktivitas lahan tersebut bisa diterima setiap anggota koperasi setiap bulannya. Sedangkan sisanya, terbagi untuk biaya perawatan dan angsuran mengganti bibit sawit yang mereka tanam.
“Pembagian untuk angsuran dan perawatan itu fleksibel. Yang jelas, kami selalu berupaya menekan biaya perawatan agar angsuran warga bisa lebih cepat selesai. Misalkan, untuk biaya perawatan bisa ditekan hinga 40-35 persen, maka angsuran per bulan bisa mencapai 50-55 persen,” ungkapnya.
Meski menekan biaya perawatan, Jay kembali mengatakan, standar perawatan kebun plasma tetap sesuai standar kebun inti perusahaan. “Standar perawatan ini diawasi Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian,” sambung pria berkumis tipis tersebut.
Dari pembagian tersebut, berdasar peraturan pemerintah lanjut dia, PT KED sebenarnya memiliki hak fee sebesar 5 persen. “Tapi kami memilih tidak mengambil dan mengalokasikannya untuk perawatan. Kami cukup mencari untung lewat produksi CPO,” katanya.
Melihat harga TBS sekarang (Juni) yang sebesar Rp 1700-an, maka produktivitas lahan tersebut mencapai sekitar Rp 8 jutaan. Seperti diketahui, produktivitas kelapa sawit berkisar antara 4-5 ton per 2 Ha.
“Jadi, sembari mengangsur, mereka (warga) juga mendapat pemasukan dari lahan mereka sebesar Rp 800 ribuan per bulan. Jika pembagian perawatan dan angsuran adalah 40:50, maka tiap bulan mereka membayar Rp 4 juta untuk mendapatkan hasil penuh dari lahan ini,” ulas dia.
Ditanam sejak 2008 lalu, dia memperkirakan, angsuran tersebut tersisa sekitar enam sampai tujuh tahun lagi. “Itu dengan asumsi harga TBS seperti sekarang. Melihat tren harganya yang naik dalam beberapa tahun terakhir, angsuran tersebut bisa saja selesai lebih cepat,” lanjut pria berdarah Sunda itu.

Dengan hanya menyisakan kewajiban membayar biaya perawatan, jika angsuran sudah lunas kata dia, setiap anggota koperasi tersebut bisa mendapat penghasilan sekitar Rp 4-5 juta per bulan.

“Bisa lebih besar, karena jika sudah berusia 11-15 tahun, sawit akan memasuki masa puncak produksi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s