KPPI Temukan Lonjakan Impor Kertas

Minggu, 22 Juni 2014

OKEZONE.COM, JAKARTA – Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) telah menerima permohonan beberapa perwakilan produsen kertas dalam negeri yakni, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills pada 26 Mei 2014 lalu terkait permintaan penyelidikan atas lonjakannya barang impor tertentu.
Adapun jenis komoditas impor yang dimaksud adalah kertas dan kertas karton, dilapisi satu atau kedua sisinya dengan kaolin (tanah liat China) atau zat anorganik lainnya, dengan atau tanpa bahan pengikat, dan tanpa pelapis lainnya, diwarnai, dihias atau dicetak permukaannya maupun tidak, dalam gulungan atau lembaran empat persegi panjang dari berbagai ukuran, dari jenis yang digunakan untuk menulis, mencetak atau keperluan grafik lainnya.

Jenis kertas tersebut, tidak mengandung serat yang diperoleh melalui proses mekanik atau kimia mekanik, atau mengandung serat tersebut tidak lebih dari 10 persen menurut berat keseluruhan kandungan seratnya. tidak termasuk kertas uang.

Ketua KPPI Ernawati menyatakan, setelah melakukan penelitian terhadap permohonan tersebut, KPPI telah memperoleh bukti awal tentang lonjakan jumlah impor barang yang seperti disebut di atas, dari tahun 2010 sampai dengan 2013, serta ancaman kerugian serius yang dialami oleh pemohon akibat lonjakan jumlah impor barang yang dimaksud.

“Lonjakan jumlah impor barang yang dimintakan perlindungan itu berdampak negatif pada pemohon. Ini terlihat pada indikator kinerja pemohon yang mengalami pertumbuhan negatif, yaitu produksi, pangsa pasar domestik, persediaan, kapasitas terpakai, laba dan tenaga kerja,” tutur Ernawati dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/6/2014).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2010 impor barang yang dimintakan perlindungan itu adalah sebesar 22.166 ton. Selanjutnya pada periode 2011-2012 terus mengalami lonjakan, yaitu menjadi sebesar 33.456 ton di tahun 2011 dan 51.358 ton di tahun 2012. Bahkan, posisi tersebut terlihat cenderung untuk terus melonjak pada tahun 2013 dengan jumlah impor 73.869 ton.

Untuk itu, KPPI tengah melakukan proses penyelidikan atas lonjakan jumlah impor barang dimaksud sejak Jumat, 20 Juni 2014 kemarin. Bagi pihak yang berkepentingan dalam penyelidikan ini, diharapkan segera mendaftarkan diri ke KPPI paling lambat 15 hari kerja terhitung sejak dimulainya proses penyelidikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s