Mantan Kadishut Inhu diduga bekingi perusahaan rambah hutan

Kamis, 26 Juni 2014

Merdeka.com PT Selantai Agro Lestari (PT SAL) di Desa Talang Durian Cacar, Kecamatan Rakitkulim, Kabupaten Inhu, Provinsi Riau, diduga merambah kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Selain itu juga membangun kebun sawit tanpa izin.

Hal itu dikatakan Kepala Desa Talang Durian Cacar, Irianto, kepada wartawan Selasa (24/6). Menurut dia PT SAL memperoleh lahan kawasan hutan itu dengan cara membayarnya langsung kepada masyarakat Desa Talang Durian Cacar yang dikoordinir oleh Batin Gondok dan Patih Yusuf.

Hanya saja saat itu ada semacam kesepakatan antara masyarakat dengan pihak perusahaan yang diwakili oleh mantan Kadishut Inhu Ir H Setiawan. “Setiap warga di Desa Talang Durian Cacar yang memiliki lahan dan diserahkan kepada PT SAL, maka pembagian kebun sawit nantinya 60 persen untuk PT SAL dan 40 persen untuk warga,” kata Irianto.

Namun meski usia sawit sudah 6 tahun dan sudah dipanen 25 ton per hari, kebun masyarakat yang dijanjikan sebanyak 40 persen itu tidak kunjung diberikan.

Menurut Irianto, dia tidak mengetahui seberapa luas lahan HPT itu yang sudah ditanami sawit oleh PT SAL. Dia pernah menanyakan tentang luasan kebun sawit yang dikelola mantan Kadishut Inhu itu kepada manajer PT SAL. Jawabannya, ternyata di lapangan hanya 600 hektare.

“Itu tidak masuk akal kami, paling tidak kebun yang sudah dibangun itu ada sekitar 2.000 hektare,” kata Irianto dengan ketus.

Irianto menambahkan, legal formal yang dimiliki PT SAL sesuai yang dipajangnya di kantor kebun itu, hanya Surat Izin Tempat Usaha (SITU), HO (Izin Gangguan) dan Tanda Daftar Rekanan untuk atas nama PT SAL.

“Saya yakin betul bahwa PT SAL itu tidak memiliki Izin Usaha Perkebunan (IUP), izin prinsip dan izin lokasi dari Bupati Inhu (Yopi Arianto), apalagi izin pelepasan kawasan hutan dari Kemenhut RI,” terang Irianto.

Sementara itu, Manajer PT SAL Indra Putra saat dikonfirmasi mengatakan, masalah perizinan perusahaan bukan tanggung jawabnya dan itu bukan urusannya. Yang mengetahui masalah perizinan kebun sawit PT SAL itu adalah mantan Kadishut Inhu, Ir H Setiawan.

“Kenapa bapak ke kebun tidak memberitahukannya kepada saya, sekarang saya sedang tidak berada di kebun, nantilah kita ketemu,” ujar Indra yang buru-buru mematikan HP-nya.

Komisaris PT SAL, Ir H Setiawan yang mantan Kadishut Inhu ini, saat dihubungi wartawan mengaku sedang berada di Jakarta dan baru pulang umroh. Saat ditanyakan masalah perizinan PT SAL, Setiawan minta untuk ketemu dengannya.

“Saya sedang di Jakarta, nanti kita ketemu setelah dari sini,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s