Penyumbang Polusi Terbesar Sektor Transportasi

Jumat, 27 Juni 2014

JPNN. JAKARTA – Pemerintah harus segera membenahi sektor transportasi di Indonesia. Selain kondisinya masih memprihatinkan di sisi ketersediaan angkutan dan fisik angkutan, ada masalah lain yang harus segera diselesaikan. Yakni terkait gas buang kendaraan umum tersebut. Pasalnya sampai saat ini transportasi menjadi penyumbang polusi terbesar.

Hal itu disampaikan oleh Elly Andriani Sinaga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dalam seminar Environtmental Sustainable Transport (EST) kemarin (26/6) Elly menjelaskan bahwa  Indonesia masih menjadi penyumbang polusi terbesar. Penyebabnya adalah tingginya kerusakan hutan di berbagai wilayah, tata guna lahan yang salah, dan penggunaan bahan bakar.

“Sektor transportasi masih menjadi penyumbang utama polusi. Persentasenya sampai 23 persen dari jumlah emisi nasional,” jelasnya.

Menurut dia, tingginya angka polusi yang disumbang oleh sektor transportasi itu dipicu banyaknya bertambahnya jumlah kendaraan setiap tahunnya. Dari data yang dihimpun, jumlahnya mencapai 104,211 juta unit pada tahun 2013. Naik 11 persen dari tahun lalu yang cuma 94,299 juta unit.

Dari jumlah itu, terbanyak adalah sepeda motor dengan jumlah 86,253 juta unit di seluruh Indonesia. Jumlah itu naik 11 persen dari tahun sebelumnya yakni 77,755 juta unit. Yang kedua adalah mobil penumpang dengan 10,54 juta unit yang juga mengalami kenaikan 11 persen dari tahun sebelumnya 9,524 juta unit. Populasi mobil barang (truk, pikap, dan lainnya) tercatat 5,156 juta unit, naik 9 persen dari 4,723 juta unit.

Untuk mengatasi polusi, sebenarnya pemerintah sudah melakukan berbagai usaha. Yakni dengan perbaikan angkutan umum. Elly mengatakan, angkot dan bus yang rusak diganti yang baru. Selain itu, pihaknya juga sudah mengembangkan angkutan. Salah satu contohnya yakni Bus Rapid Transit (BRT) di beberapa kota besar. “Salah satunya transjakarta,” terangnya.

Tak cukup itu, Kemenhub pun mulai tegas membatasi keberadaan kendaraan pribadi. Caranya dengan penataan lalu-lintas seperti Three in one. Menurut Elly dengan cara itu juga bisa mengurangi kemacetan di kota-kota besar. Sedangkan untuk baha bakar, Kemenhub mendorong diversifikasi bahan bakar dengan mendorong penggunaan bahan bakar gas, biodiesel, dan biofuel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s