Atasi Kelangkaan Energi, Pemerintah Baru Diminta Maksimalkan Gas dan Batubara‏

Tuesday, 01 July 2014

Jakarta, GATRAnews Indonesia saat ini mengandalkan minyak bumi sebagai sumber energi. Namun ketersediaan minyak bumi tersebut tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, sehingga perlu mencari sumber energi alternatif lain seperti gas dan batubara.

 

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Rovicky Dwi Putrohari mengatakan untuk mencari sumber baru minyak bumi diperlukan waktu yang sangat lama sehingga kebutuhan masyarakat tidak dapat dipenuhi apabila tidak memanfaatkan sumber energi alternatif.

 

“Untuk eksplorasi butuh waktu 10 tahun. Setelah ketemu sumbernya hingga produksi diperlukan waktu 8 tahun. Kira-kira 18 tahun perlu untuk diproduksi,” kata Rovicky dalam acara “Pembangunan Ekonomi dan Ketahanan Energi” di Jakarta, Selasa (1/7).

 

Menurutnya, Indonesia saat ini tidak siap untuk memproduksi energi gas sehingga diperlukan impor dari negara lain. Ia mengatakan langkah yang paling tepat adalah perlu dipersiapkan infrastruktur untuk memanfaatkan energi gas tersebut.

 

“Tahun 2016 atau 2017 diperkirakan Indonesia nett import gas. Saat ini, produksi gas Indonesia meningkat tetapi konsumsinya juga jauh lebih meningkat. Gas tidak sama dengan minyak yang dapat diangkut dengan wadah. Gas diperlukan teknologi khusus untuk mengirimnya sehingga diperlukan teknologi khusus. Hal tersebut yang harus dipersiapkan,” kata Rovicky.

 

Rovicky menambahkan tidak perlu khawatir mengenai impor gas tersebut. Menurutnya, Indonesia akan memiliki angka usia produktif yang dapat dimanfaatkan untuk memproduksi sumber gas dalam negeri. “Mengenai nett importir tidak perlu khawatir, Indonesia akan memiliki 160 juta hingga 180 juta usia produktif yang dapat dimanfaatkan untuk persiapan infrastruktur,” kata Rovicky.

 

Rovicky menjelaskan Indonesia memiliki sumber daya energi gas yang berlimpah namun pemanfaatannya tidak maksimal. Ia mengatakan Indonesia merupakan negara terbesar ke-13 terbesar di dunia memiliki cadangan gas dengan pangsa pasar 0,3% dunia.

 

Pemanfaatan batubara juga dinilai tidak maksimal. Singgih Widagdo, Pengamat Sumber Daya Alam, mengatakan produksi batubara dalam negeri lebih banyak dimanfaatkan negara lain. “Batubara banyak diekspor daripada dimanfaatkan dalam negeri,” katanya.

 

Singgih mengatakan perlu membuat kebijakan mengenai batubara sehingga dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ia menambahkan pemerintah baru juga harus menyusun Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN) yang tidak rampung hingga saat ini. “Kebutuhan batubara dalam negeri harus terpenuhi. RUEN juga harus diselesaikan sebagai pedoman energi nasional,” imbuhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s