Batu Bara Masuk Bursa Berjangka

Rabu, 02 Juli 2014

KALTIM POST. JAKARTA – Hingga 2013 lalu, Indonesia salah satu pengekspor batu bara terbesar di dunia. Yakni ekspor 348 juta ton dari total produksi 421 juta ton batu bara. Lucunya, Indonesia tak bisa menentukan harga jual sendiri. Alhasil, harga perdagangan batu bara dalam negeri sering kali dipengaruhi oleh acuan harga internasional.
“Saat ini ada dua acuan harga batu bara di Indonesia. Yakni, Indonesian Coal Index dari Coalindo; dan HBA (harga batu bara acuan) juga HPB (harga patokan batu bara) dari pemerintah. Sayangnya, harga itu hanya untuk perdagangan yang barangnya diserahkan saat itu juga. Belum ada referensi untuk batu bara yang penyerahannya beberapa bulan setelah jual beli,” ujar Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Sherman R Krishna di Jakarta kemarin (1/7).
Karena itu, misi perbaikan sistem perdagangan batu bara di Indonesia terus dilakukan. Hal tersebut seiring peluncuran perdagangan fisik batu bara online. Program kerja sama antara PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dengan PT Bukit Asam (PTBA) tersebut memberikan skema perdagangan batu bara Indonesia yang lebih efisien dan terkendali.
Dengan sistem tersebut, lanjut dia, perdagangan batu bara di Indonesia bisa lebih fleksibel. Ditambah lagi, perdagangan yang dilakukan secara online bakal menjamin transparansi dan adil.
Dengan begitu, oknum tertentu tak bisa lagi membuat manuver nakal untuk menaikkan dan menurunkan harga batu bara di luar batas kewajaran.
“Saat ini, buyer di perdagangan fisik batu bara online sudah mencapai 17 perusahaan. Di antaranya berasal dari Taiwan, Jepang, Tiongkok, Malaysia, juga perusahaan nasional. Tapi, untuk penjualnya masih PTBA. Kami harapkan ke depannya ada lagi perusahaan yang masuk sebagai penjual,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PTBA Milawarma mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan 75 ribu ton produk batu bara untuk lelang pertama yang bakal dikapalkan September mendatang. Itu terdiri dari 60 ribu ton batu bara dengan kalori 7.000 kcal/kg dan 15 ribu ton batu bara dengan kalori 6.300 kcal/kg.
“Kami berkomitmen untuk terus menambah alokasi yang bisa diperdagangkan di PT BBJ. Untuk tahun ini memang baru segini karena sudah diperhitungkan. Tapi, untuk 2015, kami punya potensi alokasi 12,5 juta ton batu bara yang bisa kami alihkan ke pasar perdagangan di sini. Itu adalah jatah ekspor kami. Sedangkan jatah domestik kami sudah banyak terikat kontrak jangka panjang dengan PT PLN,” jelasnya.
Bukan hanya membantu kinerja PTBA, hal tersebut diakui juga bisa menyehatkan kembali industri batu bara Indonesia. Menurutnya, referensi terkait harga pada masa mendatang bisa memberi kemandirian dalam menentukan harga jual.
“Saat ini, hanya seperempat indeks Indonesia yang memengaruhi indeks batu bara thermal. Tiga perempatnya masih dari indeks internasional. Dengan adanya sistem ini, kami harap bisa terbalik komposisinya,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Sukhyar mengapresiasi sistem perdagangan baru tersebut. Menurutnya, hal tersebut bisa mempermudah pengawasan batu bara di Indonesia.
Dengan sistem online, semua pembelian bakal tercatat dan dapat dilacak historisnya. Karena itu, dia mengimbau perusahaan tambang untuk mengikuti jejak PTBA berjualan di BBJ.

“Kami sendiri tidak bisa memaksa pengusaha untuk menjual melalui sistem ini. Tapi kami tetap mengimbau agar mereka mau masuk. Khususnya 37 perusahaan pemegang PKP2B untuk masuk ke pasar ini. Kan buyer di sini akan merasa terjamin dengan keabsahan seller,” terangnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s