ENERGI AGRO Kantongi Izin Ekspor Bioetanol 20.000 KL

Rabu, 02 Juli 2014

Bisnis.com, MOJOKERTO – Perusahaan penghasil bioetanol, PT Energi Agro Nusantara, mengantongi izin mengekspor 20.000 kiloliter (KL) bioetanol berstandar bahan bakar pada 2014.

Presiden Directur Energi Agro Nusantara Agus Budi Hartono menguraikan kuota ekspor 20.000 KL tersebut diikuti dengan syarat bila dalam negeri memerlukan harus diprioritaskan.

“Kami belum tahu apakah kuota digunakan semua atau tidak, tapi secara idealisme tentu prioritasnya dalam negeri. Hanya saja memang serapan di dalam negeri rendah,” jelasnya di sela-sela pengiriman perdana bioetanol ke Filipina, Rabu (2/7/2014).

Agus yang juga Wakil Ketua Asosiasi Spiritus dan Ethanol Indonesia (Asendo) menambahkan potensi penyerapan bioetanol berstandar bahan bakar di Indonesia 120.000 KL. Namun, produksi dalam negeri hanya 77.000 KL.

Meski hitungan di atas kertas potensinya besar, kata dia, penyerapan bioetanol standar bahan bakar di dalam negeri tak mulus.

Produksi Energi Agro yang notabene anak usaha PT Perkebunan Nusantara X (BUMN) pada semester I/2014 sebesar 1.600 KL tak semuanya terserap pasar.

“Stok kami berkurang setelah ada pengiriman ke Filipina dan selanjutnya pesanan Pertamina,” urainya.

Energi Agro memiliki kapasitas produksi sekitar 30.000 KL per tahun. Meski demikian, kendala penyerapan produk di dalam negeri membuat kapasitas tersebut tidak bisa dimaksimalkan.

Agus menggambarkan, sepanjang enam bulan pertama 2014 saja produksi hanya bisa dilakukan Februari dan Maret. Produksi dua bulan itu pun membuat tangki persediaan 1.500 KL dan barang dalam proses 100 KL penuh sehingga pemrosesan tak bisa dilanjutkan.

Menurutnya, pengiriman 4.000 KL ke Filipina dalam dua tahap membuat stok di tangki berkurang.

Pemesan Pertamina 180 KL dalam 3 bulan mendatang juga memberi ruang di tangki persediaan sehingga produksi bisa kembali dijalankan.

“Senin (30/6) sudah mulai persiapan produksi kembali setelah ada produk disiapkan ekspor,” tegasnya.

Bioetanol berstandar bahan bakar memiliki tingkat kemurnian minimal 99,5% atau memiliki tingkat oktan 120.

Nilai oktan tersebut lebih tinggi dibandingkan produk Pertamax Plus yang mengandung oktan 95.

Energi Agro Nusantara memproduksi bioetanol berstandar bahan bakar dari tetes tebu, hasil samping industri gula.

Dari 11 pabrik gula di lingkungan PTPN X (entitas induk) tetes tebu yang dihasilkan 335.000 ton per tahun.

Dari jumlah itu, tetes tebu milik perseroan 125.000 ton sedangkan sisanya milik petani.

Direktur Utama PTPN X Subiyono menguraikan bila semua tetes tebu digunakan sebagai bahan baku bioetanol berstandar bahan bakar maka bisa dibangun sejumlah pabrik lagi.

Secara bisnis, produksi bioetanol juga cukup menguntungkan karena harga lebih murah dibandingkan bahan bakar fosil.

“Tapi ekspor sebenarnya bukan tujuan, ini keterpaksaan karena pemerintah tidak merespons potensi ini. Padahal, kami ingin berpartisipasi dalam energi bersih dan ketahanan energi,” tegasnya.

Biaya pokok produksi bioetanol berstandar bahan bakar lebih dari Rp9.000 per liter. Harga jual produk tersebut di pasar ekspor lebih dari Rp8.500 per liter dan harga di dalam negeri Rp7.700 per liter.

Komisaris Utama Energi Agro Nusantara Dolly Pulungan menguraikan Filipina yang notabene negara ketiga penghasil bioetanol terbesar di dunia kini menaikkan impor.

Pasalnya, negara tersebut mewajibkan pencampuran bahan bakar fosil dengan yang terbarukan 10% dan akan meningkat menjadi 20%.

“Potensi ekspor dari kami lumayan, karenanya Jepang, Korea mulai penjajakan membeli, harganya juga tinggi,” tegasnya menggambarkan potensi bisnis bioetanol ke depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s