Pengusaha Harus Cegah Kebakaran Hutan

Kamis, 10 Juli 2014

Media Indonesia. KEMENTERIAN Kehutanan kembali memperi-ngat kan pemegang kon-sesi pengusahaan hutan agar mewaspadai kebakaran hutan dan lahan. Langkah-langkah seperti deteksi dini kemunculan api, patroli lapangan, dan menjalin kerja sama dengan masyarakat sekitar untuk pencegahan kebakaran sangat dianjurkan.

Dirjen Bina Usaha Kehutanan Kementerian Kehutanan Bambang Hendroyono dalam siaran persnya, kemarin, menyatakan pihaknya sudah mengirimkan surat edaran kepada seluruh pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK). Surat itu ditujukan kepada pemegang IUPHHK hutan alam (HPH), hutan tanaman industri (HTI), maupun restorasi ekosistem (RE). “Mereka harus mencegah dan mengurangi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.” Surat edaran pertama dikirim pada April lalu.

Surat edaran kembali dikirim pada 20 Juni 2014, dengan No SE.5/VI-BUHT/2014 untuk menegaskan kewaspadaan para pemegang izin. “Sebab prakiraan yang dikeluarkan Badan Meterologi Klimatologi dan Geo sika (BMKG), Indonesia akan menghadapi fenomena El Nino.” El Nino merupakan gejala suhu air laut meningkat dan akan menghambat pertumbuhan awan hujan yang bisa memicu kekeringan.

Bambang menjelaskan sejumlah aksi yang wajib dilakukan adalah pemantauan hot spot setiap hari melalui teknologi satelit yang diikuti dengan pengecekan lapangan. Bambang menekankan, pemegang konsesi juga harus memetakan sumber-sumber air yang bisa  dimanfaatkan untuk pemadaman. “Perawatan dan peningkatan sarana prasarana pemadaman kebakaran juga harus dilakukan agar dalam kondisi siap pakai.” Yang tak kalah penting, lanjut Bambang, perusahaan harus melakukan penyuluhan serta kampanye bahaya kebakaran hutan dan lahan di daerah rawan. “Kerja sama dengan desa dan masyarakat peduli api (MPA) juga harus diperkuat.”

Desa bebas kebakaran
Di sisi lain, Presdir PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Kusnan Rahmin menjelaskan, pihaknya terus menyosialisasikan untuk tidak membakar lahan kepada masyara kat di sekitar konsesi. RAPP telah menjalankan kebijakan membuka lahan tanpa membakar sejak perusahaan beroperasi 20 tahun lalu. RAPP yang merupakan Grup APRIL membuat nota kesepahaman Desa Bebas Kebakaran Hutan dan Lahan dengan tiga desa dan satu kelurahan di Kabupaten Pelalawan, Riau, pada Senin (7/7), yang disaksikan Bupati Pelalawan HM Harris. Proyek percontohan ini bertujuan memberikan insentif dana pembangunan desa senilai Rp100 juta kepada setiap desa yang telah menandatangani nota kesepahaman dengan RAPP dan berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan dalam tiga bulan ke depan.

Komite khusus yang terdiri dari perwakilan pemerintah, Badan Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, dan RAPP akan memantau upaya pencegahan kebakaran di desa-desa tersebut setiap saat. Menurut Kusnan, pihaknya memiliki 700 personel Tim Reaksi Cepat, 420 personel masyarakat peduli api (MPA) dan Pusat Komando Pengendalian untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan yang siap merespons potensi timbulnya api di seluruh HTI yang dikelola perusahaan. termasuk lahan masyarakat di sekitar konsesinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s