Indonesia Dinilai Cepat Tanggapi Isu Perubahan Iklim

Sabtu, 12 Juli 2014

Bisnis.com, JAKARTA— Upaya pemerintah menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 26% pada 2020 diproyeksi terlaksana dengan tingkat kesadaran masyarakat yang tumbuh dan sinergi antar sektoral yang sudah terjalin.

Indonesia sebagai negara yang rentan menghadapi isu perubahan iklim terus berbenah lewat pengumpulan data/informasi yang dihasilkan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) ke-5 yang menunjukan, bahwa emisi GRK dunia antara 2000 – 2010, adalah yang tertinggi pada 3 dekade terakhir.

Data IPCC Working Group III menunjukkan perubahan iklim akan memberikan dampak terburuk bagi permukiman, spesies dan ekosistem, kesehatan manusia, produksi pangan dan pada aspek lainnya.

Balthasar Kambuaya, Menteri Lingkungan Hidup, mengatakan lewat laporan yang diterima secara berkala oleh IPCC, pemerintah terus mendapatkan informasi dan data yang aktual mengenai penanganan isu perubahan iklim.

“Indonesia telah mempergunakan assessment repot IPCC dan guideline-nya sebagai referensi dalam menyusun kebijakan iklim, kajian adaptasi dan kerentanan, inventarisasi emisi gas rumah kaca dan aksi mitigasinya,” tuturnya saat menghadiri The 5th Assessment Report Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Outreach Event di Jakarta, Jumat (11/7/2014).

Kini, lanjut Balthasar, mereka melihat Indonesia responsif dan cepat tanggap menghadapi perubahan iklim.

Kesadaran akan isu perubahan iklim, menurutnya, hadir lewat berbagai aktivitas seperti kerja sama antar sektoral, program penilaian industri, Kalpataru, Adipura, hingga sekolah hijau. Dia mengatakan kesadaran hadir dengan keikutsertaan berbagai kalangan untuk mendapatkan penilaian terbaik.

Balthasar menuturkan komitmen Pemerintah sebagai upaya menurunkan emisi gas rumah kaca dalam Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi GRK.

Selain itu, Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Inventarisasi GRK Nasional tidak hanya dilaksanakan oleh beberapa pihak saja. Semua pihak, baik masyarakat hingga penyumbang emisi GRK harus turun tangan bersama.

“Hari ini, BMKG menunjukan berbagai informasi yang sangat berguna bagi penanganan perubahan iklim. Kami menerima informasi di setiap kota mengenai keadaan air, udara mana yang sudah tidak layak,” katanya.

Lewat data yang disampaikan BMKG sebagai national focal point dari World Meteorological Organization (WMO), akan berguna sebagai dasar masukan bagi kebijakan terkait perubahan iklim dan mendorong peningkatan penelitian mengenai perubahan iklim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s