WTO Apresiasi Legalitas Kayu Indonesia

Minggu, 13 Juli 2014

BERITA SATU. Jakarta – Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Oraganization/WTO) mengapresiasi langkah Indonesia yang menerapkan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) untuk memastikan produk kayu yang diekspor berasal dari sumber yang legal dan diproduksi secara lestari.

Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian Kehutanan (Kemhut) Dwi Sudharto mengaku gembira atas apresiasi WTO. Menurutnya, hal ini menunjukan pengakuan dunia internasional semakin luas terhadap skema yang dikembangkan secara multipihak itu.

“Masyarakat internasional kini mulai melihat SVLK benar-benar sebagai skema yang akuntabel dan transparan untuk mempromosikan perdagangan kayu legal dan lestari,” kata dia di Jakarta, Minggu (13/7).

Namun dia menyayangkan masih ada pihak yang menjelek-jelekkan produk kayu yang telah dilengkapi SVLK. “Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) misalnya Greenpeace yang selalu menyebar kampanye negatif terhadap produk kehutanan Indonesia sepertinya tidak melihat perbaikan tata kelola kehutanan Indonesia dengan penerapan SVLK,” keluh dia.

Apresiasi terhadap SVLK dari WTO mengemuka pada pertemuan reguler komite perdagangan dan lingkungan WTO di Jenewa, Swiss 30 Juni 2014. Dalam pertemuan tersebut dibahas efek dari kebijakan bidang lingkungan, yang diimplementasikan dengan penerapan berbagai hambatan teknis terhadap akses pasar, terutama bagi negara berkembang.

Selain Dwi, turut hadir sebagai delegasi Indonesia adalah Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan Kemenhut Agus Sarsito.

Dalam pertemuan tersebut dipaparkan bagaimana penerapan SVLK yang mendukung kesepakatan antara Indonesia-Uni Eropa untuk penegakan hukum, perbaikan tata kelola, dan Perdagangan Sektor Kehutanan (FLEGT) menjadi sebuah situasi win-win-win dalam istilah WTO. Artinya, situasi yang menguntungkan bagi perdagangan, lingkungan hidup, dan pembangunan.

Indonesia menerapkan secara penuh SVLK sejak 2013. Berdasarkan ketentuan tersebut produk kayu yang dipasarkan di dalam negeri dan diekspor harus dilengkap dokumen v-legal, yang menjamin legalitas dan kelestarian asal usul bahan baku. Uni Eropa sendiri menerapkan regulasi importasi kayu yang bertujuan menghalau masuknya kayu dan produk kayu ilegal ke wilayah tersebut.

Indonesia, kata Dwi, menyerukan agar dunia internasional mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah untuk mempromosikan kayu legal dan lestari. Dia mengingatkan sistem yang dibangun untuk melawan pembalakan liar menghadapi banyaka tantangan dan menelan biaya yang tidak sedikit. “Jadi sudah sepantasnya diapresiasi,” tegas Dwi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s