Tergerus Larangan Ekspor Mineral, Penerimaan Bea Cukai Tak Penuhi Target

Kamis, 17 Juli 2014

JAKARTA, KOMPAS.com – Realisasi penerimaan Kepabeanan dan Cukai sampai dengan 30 Juni 2014, atau hingga semester pertama tahun ini sebesar Rp 80,311 triliun, atau mencapai 92,46 persen dari target semester pertama dalam APBN P2014, yang sebesar Rp 86,865 triliun.

“Realisasinya masih di bawah target semester 1. Kelemahannya ada di bea keluar (BK),” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, Agung Kuswandono, di Jakarta, Rabu malam (16/7/2014).

Agung menjelaskan, tidak ada pemasukan dari BK mineral tambang, lantaran proses ekspor mineral harus sejalan dengan komitmen pembangunan pabrik pemurnian bijih mineral (smelter). Asal tahu saja, aturan tersebut merupakan implementasi dari Undang-undang No 4 tahun 2009, tentang Mineral Tambang dan Batubara (Minerba).

“Sampai detik ini, belum ada ekspor untuk mineral. Jadi, BK mineral yang sudah kita canangkan sekian triliun itu enggak masuk, nol,” ucapnya.

Selain dipicu BK mineral tambang yang nihil, tidak tercapainya target pada semester pertama tahun ini disebabkan harga komoditas ekspor utama RI yakni crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah yang mengalami penurunan harga.

“CPO pun harganya turun. Sehingga tarif turun ke layer yang paling bawah. Penerimaan jadi berkurang juga,” kata Agung.

Sementara itu, dari sisi cukai, diakui Agung ada pengurangan meski tidak signifikan. “Karena barangkali ada unsur pemasangan gambar seram itu. Sehingga mungkin ada gejolak. Tapi secara umum cukai rokok masih tinggi, masih sesuai harapan. Untuk MMEA (minuman mengandung etil alkohol) masih sesuai harapan,” papar Agung.

Cukai rokok, kata Agung, porsinya sekitar 90 persen dari keseluruhan total cukai. Sehingga dari kinerja rokok saja sebetulnya relatif sudah bisa menggambarkan cukai keseluruhan. Hingga semester i-2014, realisasi penerimaan cukai mencapai 98,11persen dari target semesteri-2014 dalam APBNP 2014. Penerimaan cukai mencapai Rp 57,6 triliun, dari targetnya Rp 58,7 triliun.

Sementara itu, realisasi penerimaan BK sangat rendah, hanya 66,65 persen. Realisasi penerimaan BK pada semester i-2014 sebesar Rp 6,86 triliun, dari target semesteri-2014 dalam APBNP 2014 yang sebesar Rp 10,3 triliun. Sedangkan Bea Masuk (BM), realisasinya pada semester i-2014 sebesar Rp 15,8 triliun atau 88,73 persen dari target semesteri-2014 dalam APBNP 2014 yang sebesar Rp 17,83 triliun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s