UU Panas Bumi Direvisi, FTP Tahap II Bisa Dikebut‏

Monday, 21 July 2014

Jakarta, GATRAnews Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman optimis Fast Tracking Project (FTP) Tahap II bisa dikebut bila UU Panas Bumi selesai direvisi. Sebab, sebanyak 4.900 dari target penambahan 17.000 MW listrik dalam FTP Tahap II berasal dari panas bumi. “Dengan revisi UU Panas Bumi, target yang 4.900 MW dari panas bumi untuk FTP Tahap II itu mudah-mudahan bisa tercapai,” kata Jarman saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (21/7).

 

Sebelumnya diberitakan, revisi Undang Undang Undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi (UU Panas Bumi) hampir rampung. UU Panas Bumi yang baru dijadwalkan akan disahkan dalam sidang paripurna DPR Agustus 2014 mendatang. “Insya Allah jadi Undang Undang barunya bulan Agustus,” kata Rida Mulyana, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM.

 

Poin terpenting yang direvisi dalam UU Panas Bumi, dia menjelaskan, adalah penghapusan kata ‘pertambangan’ dalam UU Panas Bumi sehingga pemanfaatan panas bumi tidak lagi digolongkan sebagai kegiatan pertambangan. “Yang pasti, sesuai instruksi Bapak Presiden SBY agar pemanfaatan panas bumi di hutan konservasi dimungkinkan,” kata Rida.

 

Perubahan ini penting karena kegiatan pertambangan dilarang di kawasan hutan konservasi. Padahal, sekitar 21% dari total potensi panas bumi Indonesia yang mencapai 29.000 MW berada di kawasan hutan konservasi. “Sementara listrik kita masih kekurangan, byar pet disana sini,” ujarnya.

 

Kegiatan panas bumi, tegasnya, tidak merusak kawasan hutan. Bahkan, panas bumi membutuhkan hutan untuk menjaga ketersediaan air untuk dijadikan uap yang merupakan sumber tenaga. “(Hutan konservasi) yang dipakai hanya sedikit lahannya, manfaatnya lebih banyak,” ucap dia.

 

Semester II 2014, PLTP Patuha Siap Beroperasi Tahun ini, Jarman menambahkan, FTP Tahap II telah resmi dimulai. Namun, baru 1 pembangkit baru dari FTP Tahap II yang bisa mulai beroperasi tahun ini, yakni Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Patuha. “Yang jelas mau diresmikan tahun ini PLTP Patuha. Baru PLTP Patuha yang sudah siap, yang lain masih proses,” ujarnya.

 

Sebagai informasi, PLTP Patuha memiliki kapasitas 1×55 MW dan berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Proyek PLTP ini membutuhkan investasi sebesar USD 144 juta. Pengembangan PLTP Patuha dilakukan oleh Geo Dipa Energi. Konsorsium yang ditunjuk Geo Dipa Energi untuk mengerjakan proyek tersebut adalah Marubeni Corporation dan PT Matlamat Cakera Canggih.

 

Dengan nama besar tersebut, Dadang berharap pekerjaan pembangunan PLTP bisa diselesaikan tepat waktu dengan mutu sesuai. Proyek ini mulai dikerjakan pada 16 April 2012 dan ditargetkan beroperasi komersial pada Semester II 2014.

 

Nantinya setrum hasil produksi, sebesar 482 Gigawatt hours (GWh) akan disalurkan melalui jaringan transmisi listrik utama Jawa-Madura-Bali milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dana investasi pembangunan PLTP ini berasal dari pinjaman kredit komersial dari PT Bank Negara Indonesia (BNI).

 

Nilai pinjaman ini sebesar US$ 103 juta. Geo Dipa Energi adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru. Perusahaan yang berdiri pada 5 Juli 2002 ini sebelumnya adalah usaha patungan antara PLN dan Pertamina. Pada Desember 2011, pemerintah mengambil alih mayoritas saham Geo Dipa sebagai hibah dari Pertamina.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s