ESDM Revisi Ambang Batas Kenaikan Royalti Batubara

Kamis, 24 Juli 2014

BERITA SATU. Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merevisi ambang batas (threshold) kenaikan royalti komoditas batubara menjadi US$ 90 per ton. Sebelumnya threshold yang diusulkan sebesar US$ 80 per ton. Kenaikan royalti ini hanya berlaku bagi perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) batubara.

Sekretaris Direktorat Jendral Mineral dan Batubara Kementrian ESDM, Paul Lubis mengatakan revisi ambang batas tersebut dilakukan setelah mendapat masukan dari kalangan pengusaha pertambangan batubara.

“Kami tidak mau perusahaan rugi dengan kenaikan royalti. Mereka kan mintanya threshold US$ 100. Tapi kita fair lah, (threshold) US$ 90 dengan pertimbangan perhitungan keekonomian,” kata Paul di Jakarta, Kamis (24/07).

Paul menjelaskan usulan ini masih dirampungkan oleh pihaknya. Setelah ini kemudian dipaparkan ke Menteri ESDM dan Wakil Menteri ESDM guna mendapatkan persetujuan. Apabila disepakati maka usulan kenaikan royalti akan dibawa ke Kementerian Keuangan. Namun dia enggan membeberkan rencana pemaparan tersebut. “Segera kami laporkan ke Menteri dan Wamen ESDM,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Bob Kamandanu sebelumnya menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah menaikkan royalti batubara. Hanya saja mereka meminta kenaikan royalti diterapkan ketika harga komoditas berada di level US$ 100 per ton.

Bob menyebut banyak pelaku usaha batubara yang menghentikan usahanya apabila pemerintah memberlakukan kenaikan royalti ketika harga komoditas US$ 80 per ton. Pasalnya harga komoditas ini saat ini sedang melemah yang berada di level sekitar US$ 70-an per ton.

“Di harga US$ 80-90 itu masih sangat unfavorable, banyak perusahaan yang gulung tikar. Seharusnya di atas US$ 90, kami proposed di US$ 100 per ton,” ujarnya.

Kenaikan royalti ini merupakan revisi Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 2012 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dalam revisi itu kenaikan berlaku bagi perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) batubara kalori kurang dari 5.100 kalori/kg (Kkal/kg) dari royalti 3% menjadi 7%.

Untuk batubara dengan tingkat kalori antara 5.100 Kkal/kg – 6.100 Kkal/kg dari royati 5% menjadi 9%. Kemudian untuk royalti batubara dengan tingkat kalori lebih dari 6.100 Kkal/kg dari 7% menjadi 13,5%. Sedangkan perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) tetap 13,5%.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s