Hutan Energi Diharapkan Tidak Berhenti di Konsep

Rabu, 30 Juli 2014

BERITA SATU. Banjarmasin – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Habib Nabiel Almusawa mengharapkan rencana pengembangan hutan sebagai sumber daya energi tidak berhenti di konsep saja.

Legislator asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan itu dalam keterangan pers kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa (29/7) malam, mengatakan pihaknya menghargai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan sumber daya energi baru dan terbarukan sebagai pengganti energi fosil.

Namun, alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) Jawa Barat itu berharap “Memorandum of Understanding” (MoU) antara Kementerian Kehutanan (Kemhut) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut tidak berhenti sampai di MoU.

“Kita telah banyak membuat MoU dan menyepakati konsep untuk kebaikan bangsa. Namun karena berbagai kendala, kita sendiri tidak bisa merealisasikan konsep tersebut,” ujarnya.

“Saya ingatkan agar MoU kali ini nantinya tidak masuk kategori konsep yang gagal direalisasikan,” papar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Ia mencontohkan konsep bank pertanian dan asuransi petani, akhirnya tidak terealisasikan karena alasan negara tak mempunyai uang untuk itu.

“Dari kasus tersebut bisa diambil pelajaran bahwa untuk konsep Hutan Energi ini pendanaannya tidak bisa sepenuhnya diambil dari anggaran negara,” ujarnya.

Penandatanganan MoU merupakan wujud komitmen bersama bahwa persoalan energi menjadi permasalahan yang harus diselesaikan bersama, katanya.

Dalam MoU tersebut, Kementerian ESDM bertindak sebagai perencana program, sementara Kemhut sebagai pelaksana, ungkap wakil rakyat yang menyandang gelar insinyur dan magister bidang pertanian itu.

Ia menambahkan, untuk program hutan energi tersebut, Kemhut mencadangkan kawasan hutan produksi yang khusus sebagai sumber bahan baku bioenergi seluas 400 ribu hektare (ha) dalam lima tahun ke depan atau rata-rata 80 ribu hektare/tahun.

“Karena anggaran negara terbatas, maka Pemerintah mesti kreatif menarik minat investor. Jangan malu dan sungkan libatkan swasta. Mereka kan juga aset bangsa, bahkan kadangkala konsep mereka lebih membumi dari pemerintah,” ujarnya.

Namun kalau investor, lanjutnya, yang dipikirkan adalah keuntungan. “Untuk itu perlu dibuat berbagai insentif yang bisa membuat investor untung. Karena itu undang para calon investor untuk duduk bersama guna mendengar insentif apa yang dibutuhkan mereka,” lanjutnya.

Menurut dia, program tersebut berpotensi mengatasi permasalahan besar bangsa yaitu defisit energi nasional.

“Program tersebut harus diperjuangkan secara konsisten sampai berhasil di kemudian hari. Semoga dalam perjalanan mencapai target mampu mengatasi defisit energi nasional itu Pemerintah tidak ‘masuk angin’, semangat di awal, kemudian tidak berlanjut,” tuturnya.

“Ketidakberlanjutan itu karena tidak mampu mengatasi berbagai tantangan yang muncul, sebagaimana pengalaman penyebab tak terealisasinya beberapa konsep atau MoU,” pungkas Habib Nabiel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s