Menteri Zulkifli Minta Perusahaan Restorasi Hutan

Selasa, 05 Agustus 201

TEMPO.CO, Pekanbaru – Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan meminta perusahaan perkebunan dan kehutanan di Riau turut serta dalam merestorasi kawasan hutan yang rusak di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil. Peristiwa kebakaran hutan di Riau sejak 2013 lalu telah menghanguskan hampir 2000 hektar hutan lindung tersebut. Namun Zulkifli mengaku lahan terbakar terjadi pada lahan terbuka (Open Akses).

“Kami minta kepada perusahaan yang sadar lingkungan untuk membangun kembali hutan Biosfer,” kata Zulkifli, saat berkunjung ke Posko Penanggulangan Bencana Asap, di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Selasa, 5 Agustus 2014.

Menurut Zulkifli, hutan Biosfer perlu direstorasi kembali sebab kawasan lindung itu telah mendapat pengakuan dari UNESCO. Menurut dia, perusahaan dapat membantu membangun kembali hutan yang rusak melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki perusahaan.

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil merupakan satu dari tujuh cagar biosfer yang ada di Indonesia. Hutan ini terletak di dua wilayah pemerintahan, yaitu Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Hutan rawa gambut Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil memiliki luas 84.967 hektare, sementara Suaka Margasatwa Bukit Batu berluas 21.500 hektare. Keduanya merupakan bagian dari ecoregion hutan Sumatera yang dapat tergabung menjadi sebuah kawasan konservasi dengan area inti cagar biosfer seluas 178.722 hektare.

Zulkifli mengusulkan kepada Pemerintah Riau agar menyelesaikan persoalan kawasan terbuka (Open Akses) yang merupakan bekas HPH agar diserahkan kepada masyarakat melalui program Social Foresty. Namun tetap dikawal oleh pemerintah agar tidak terjadi penjualan lahan kepada pihak ketiga setelah diserahkan oleh pemerintah kepada masyarakat. “Pengelolaan dan pemodalan nanti dikawal oleh pemerintah,” ujarnya.

Gubernur Riau Annas Maamun menyambut baik usulan dari Menteri Zulkifli. Sebagai bentuk dukungan program lahan untuk masyarakat itu kata dia, pihaknya telah membatalkan perpanjangan izin satu perusahaan HTI PT Diamond Raya Timber seluas 51.000 hektar, nantinya lahan bekas HPH ini bisa diserahkan untuk masyarakat.

“Kita serahkan kepada masyarakat, tidak ada lagi untuk perusahaan,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s