Berau Coal Energy Rambah Bisnis Pembangkit

Wednesday, 06 August 2014

Jakarta, GATRAnews – PT Berau Coal Energy Tbk tengah menjajaki rencana pengembangan bisnis pembangkit listrik. Aksi ini dilakukan sebagai langkah diversifikasi usaha di tengah terus melemahnya harga jual batu bara dunia.

Berau Coal berencana membangun pembangkit listrik mulut tambang (mine mouth) berkapasitas 2 x 100 Mega Watt (MW) di wilayah Sumatera. Adapun investasi yang dibutuhkan ditaksir mencapai US$180 juta atau sekitar Rp2,11 trilyun.

“Hal ini dilakukan agar perseroan bisa mendapatkan sumber pendapatan baru di luar bisnis utamanya. Maklum, sebelumnya kami hanya bertindak sebagai pemasok batu bara untuk beberapa pembangkit listrik yang ada. Sekarang masih dalam masa study, kalau mulut tambang ya sekitar 2 x 100 MW,” kata Direktur Utama Berau Coal Energy, Amir Sambodo, di Jakarta, Rabu (6/8).

Lebih lanjut Amir mengatakan, dana investasi yang akan digelontorkan akan berasa dari belanja modal pada tahun depan. Besarnya potensi keuntungan yang bisa didapatkan dari bisnis ini menjadikan Berau Coal berniat segera memulai pembangunannya.

Sementara itu, terkait dengan target produksi, hingga saat ini Berau Coal masih menunggu persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral untuk mendapatkan peningkatan kuota produksi batu bara menjadi 24,2 juta ton. Sedangkan pada akhir tahun lalu, volume produksi perseroan hanya mencapai 22,3 juta ton.

Direktur Berau Coal Energy, Arief Wiedhartono mengatakan, sampai dengan bulan Juli 2014, volume produksi Berau sudah mencapai 14 juta ton. Nilai ini sudah mencapai 57,85% dari total target produksi hingga akhir tahun.

Hingga kuartal pertama tahun ini, Berau Coal masih menderita rugi bersih sebesar US$10,17 jut. Amir mengatakan, Berau Coal menggenjot efisiensi di segala lini, terutama di bidang produksi untuk menciptakan kinerja keuangan yang positif. Berau telah berhasil mengurangi konsumsi penggunaan bahan bakar sebanyak 5% pada kuartal pertama tahun ini.

Namun tampaknya hal tersebut tidak terlalu banyak berpengaruh, pasalnya mengacu pada laporan keuangan perseroan periode Maret 2014, instrumen bahan bakar dan pelumas hanya berkontribusi sebesar 1,4% terhadap total beban umum dan administrasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s