Gubernur Aceh moratorium penerbitan izin pertambangan baru

Rabu, 6 Agustus 2014

Merdeka.comGubernur Aceh, Zaini Abdullah mengatakan pertambangan di Aceh bisa berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. berangkat dari itu, Pemerintah Aceh berencana menghentikan sementara penerbitan izin semua jenis pertambangan baru di Aceh.

Moratorium pertambangan ini juga untuk menjaga keseimbangan hutan agar terhindar dari banyaknya bencana alam. Terutama pertambangan sektor bijih besi dan juga emas yang akan merusak hutan dan mencemari lingkungan.

“Pemerintah Aceh akan berlakukan moratorium pertambangan di Aceh, kita tidak menerbitkan izin sementara waktu, karena sumber daya alam itu warisan nenek moyang yang harus diwarisi pada generasi yang akan datang,” katanya, Rabu (6/8) di Banda Aceh.

Zaini Abdullah juga mengaku prihatin dengan banyaknya pertambangan emas yang dikelola secara tradisional. Alasannya, pertambangan emas tradisional berdampak negatif pada lingkungan karena menggunakan cairan berbahaya seperti merkuri tanpa ada pengawasan dari ahlinya.

Dia menegaskan, persoalan ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. Butuh adanya penanggulangan secepatnya dan dia berjanji segera menindaklanjuti persoalan ini agar tidak terjadi bencana yang lebih besar di masa mendatang.

“Ini butuh penanganan segera, tidak boleh dibiarkan terus terjadi,” jelasnya.

Sebelumnya sejumlah ikan di sungai Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie ditemukan mati. Diperkirakan penyebab kematian ikan tersebut dikarenakan tercemar zat racun seperti merkuri dan bahan kimia lainnya dalam sungai tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s