Kemenperin Terus Dorong Investasi Industri di Dalam Negeri

 Rabu, 06 Agustus 2014

BERITA SATU. Jakarta – Pemerintah terus mendorong para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Pasalnya, investasi industri diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja, memberi multiplier effect bagi perekonomian nasional, dan menambah penerimaan negara.

Kemenperin juga terus mendorong investasi yang masuk di Indonesia agar dilakukan di luar Pulau Jawa. Demikian disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, Rabu (6/8).

Pada Triwulan II tahun 2014 industri pengolahan non-migas tumbuh secara kumulatif sebesar 5,49 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi (PDB) yang sebesar 5,17 persen.

Cabang-cabang industri yang mengalami pertumbuhan tinggi antara lain industri makanan, minuman & tembakau sebesar 9,62 persen, industri barang kayu & hasil hutan lainnya sebesar 6,35 persen, industri alat angkut, mesin & peralatannya sebesar 4,52 persen, serta Industri Barang Lainnya sebesar 15,77 persen.

Sementara itu, pada triwulan II tahun 2014, realisasi investasi di sektor industri masih stagnan. Hal ini salah satunya dikarenakan para investor masih menunggu terbentuknya pemerintahan baru pasca Pemilihan Presiden 2014.

Investasi PMDN sektor industri pada Triwulan II Tahun 2014 mencapai Rp 12,07 triliun atau meningkat 8,6 persen dibandingkan Triwulan I 2014 sebesar Rp 11,11 triliun, sehingga total investasi PMDN sektor industri pada Semester I 2014 menjadi Rp 23,18 triliun atau memberikan kontribusi sebesar 31,8 persen terhadap seluruh investasi PMDN nasional pada Semester I 2014.

Cabang industri yang memberikan kontribusi besar terhadap investasi PMDN, antara lain: industri makanan Rp Rp 9,76 triliun, industri kimia dan farmasi Rp 3,45 triliun, serta industri mineral non logam Rp 3,32 triliun.

Investasi PMA sektor industri pada Triwulan II Tahun 2014 mencapai US$ 3,22 miliar atau sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan I 2014 sebesar US$ 3,49 miliar, sehingga total investasi PMA sektor industri pada Semester I 2014 menjadi US$ 6,71 miliar atau memberikan kontribusi sebesar 46,9 persen terhadap seluruh investasi PMDN nasional pada Semester I 2014.

Cabang industri yang memberikan kontribusi besar terhadap investasi PMA, antara lain: industri makanan US$ 2,06 miliar, industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain US$ 1,03 miliar, serta industri kimia dan farmasi US$ 979,4 juta.

Dalam rangka mendorong realisiasi investasi, Pemerintah tetap menyediakan berbagai insentif fiskal seperti tax holiday dan tax allowance. Cabang-cabang industri yang investasinya diharapkan tumbuh tinggi adalah industri berbasis migas dan sumber daya mineral serta industri berbasis agro.

Hal ini sejalan dengan program prioritas Kemenperin, yaitu pengembangan industri hilir berbasis agro, migas, dan bahan tambang mineral, serta peningkatan daya saing industri berbasis SDM, pasar domestik, dan ekspor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s