Kalah Saingan dengan Malaysia, RI Incar Pasar CPO Turki

Senin, 11 Agustus 2014

Bisnis.com, JAKARTA – Guna mengejar ketertinggalan daya saing harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari Malaysia, Indoensia melirik Turki untuk digandeng dalam wadah kerja sama Preferential Trade Agreement (PTA).

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengatakan RI akan mendorong perluasan pasar kelapa sawit ke Turki. Pada Mei lalu, Gapki bahkan telah menghelat forum bisnis dengan para pengusaha di Istanbul.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan perdagangan antara Turki dan Indonesia, serta mempromosikan minyak sawit lestari RI ke Timur Tengah. Turki sendiri merupakan salah satu hub perdagangan ke beberapa negara tetangga Turki,” kata Direktur Eksekutif Gapki Fadhil Hasan, Senin (11/8/2014).

Gapki tengah mengusulkan kepada Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk mengadakan PTA dengan negara Eurasia tersebut. Apalagi, Indonesia sudah tertinggal dari Malaysia yang telah terlebih dahulu menggandeng Turki.

“Seperti yang diketahui, Malaysia telah lebih dulu menandatangani PTA dengan Turki, sehingga bea masuk impor CPO asal Malaysia di sana lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia.”

Sejak Malaysia meneken PTA dengan Turki, bea masuk CPO asal Negeri Jiran turun dari 31% menjadi 20%. Akibatnya, harga CPO asal Malaysia jauh lebih kompetitif ketimbang Indonesia. “Gapki berharap pemerintah memberi perhatian khusus tentang ini.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s