Kalori Batu Bara Perlu Standar Baku

Selasa, 12 Agustus 2014

INILAHCOM, Jakarta – Penetapan batasan kalori batu bara 3.000 kilo kalori (kkal) per kilo gram (kg) perlu klarifikasi untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulut tambang Sumatera Selatan (Sumsel) 9 dan 10.

Proses tersebut harus melibatkan Kementerian ESDM, dan PT PLN (Persero). Hal ini sesuai Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 10/2014 tentang Tata Cara Penyediaan dan Penetapan Harga Batubara Untuk Pembangkit Listrik Mulut Tambang, tidak termuat mengenai adanya pembatasan kalori batubara tertentu.

“Antara pemerintah dan PLN itu duduk klarifikasi dibuat kajian sebenarnya yang layak seperti apa?” ujar Direktur Eksekuti Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara di Jakarta, Selasa (12/8/2014).

Menurut dia, kepentingan pemerintah dalam pengembangan PLTU mulut tambang adalah mengantisipasi peningkatan beban subsidi energi. Untuk itu, ia meminta agar penetapan tender dalam proyek PLTU mulut tambang fokus kepada tawaran pengusaha yang sangat kompetitif.

“Harus ada harga khusus bagi pelaku usaha. Dan yang terpenting adalah kepentingan pemerintah di sini adalah tidak membebani subsidi ke anggaran. Artinya subsidi di APBN harus makin rendah,” kata Marwan.

Ia menuding, pemerintah tak pernah terbuka dan objektif dalam menjabarkan persyaratan proyek PLTU mulut tambang. Marwan menilai pemerintah banyak terhasut oleh kepentingan oknum pengusaha tertentu.

“Nah masalahnya ini tidak ada yang bisa berpikir untuk membahas ini secara terbuka dan objektif. Terlalu banyak kepentingan-kepentingan perusahaan tambang. Ada juga pejabat pemerintah dikendalikan perusahaan tambang ada broker dan sebagainya,” ujar dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s