Pemerintahan Baru Diminta Serius Dorong Hilirisasi Karet

Selasa, 12 Agustus 2014

Bisnis.com, JAKARTA—Pelaku industri meminta pemerintah mendatang lebih serius menjalankan hilirisasi karet. Program ini diharapkan bisa mensubtitusi ekspor bahan mentah karet menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi.

Dewan Karet Nasional (Dekarindo) berharap pemerintah mendatang lebih serius menjalankan hilirisasi agar industri karet lebih ekonomis.

Pasalnya, karet yang diolah menjadi ban lantas diekspor bisa menghasilkan US$1,2 miliar tetapi ekspor karet mentah hanya bernilai sekitar US$10 miliar sepanjang tahun.

Ketua Umum Dekarindo Azis Pane mengatakan pihaknya akan menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terkait program hilirisasi karet alam pada September 2014. Nota kesepahaman itu diharapkan bisa mendorong industri karet skala kecil dapat tumbuh lebih baik.

“Pemerintahan baru nanti jangan hanya terhanyut dengan ekspor karet mentah. Kami meminta pemerintah mengundang lebih banyak industri pendukung industri karet,” tutur Azis kepada Bisnis, Senin (11/8/2014).

Kinerja ekspor karet sepanjang tahun ini berpotensi meleset dari target yang ditetapkan. Pasalnya pada semester I/2014 nilai ekspor karet bahkan 19,96% lebih kecil dari periode yang sama tahun lalu.

Peran ekspor karet terhadap total ekspor nonmigas pada semester I/2014 mencapai 5,37%. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama periode ini ekspor karet dan barang dari karet tercatat US$3,9 miliar. Nilai ini lebih kecil dari realisasi semester I/2013 sejumlah US$4,9 miliar.

Tren penurunan tidak hanya berlaku untuk periode semester tetapi juga bulanan. Pada Juni 2014 ekspor karet dan barang dari karet tercatat US$573,4 juta. Nilai ini merosot sekitar 6,61% terhadap perolehan pada Mei senilai US$614 juta.

“ saya ragu. Sekarang Kamboja, Vietnam, dan Myanmar besar sekali ekspornya sedangkan kita stagnan dengan produktivitas yang tidak meningkat,” tuturnya.

Azis berpendapat pelemahan kinerja ekspor karet terpengaruh kondisi pasar di negara tujuan. Pasalnya tujuan ekspor seperti Jepang dan China masih punya stok sehingga ekspor Indonesia tertahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s