Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pertanian

Rabu, 13 Agustus 2014

Keberadaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Kongbeng dan Muara Wahau yang menjadi ikon perkebunan sawit di Kutim, memang sangat menjanjikan. Kemajuan Kongbeng yang berbatasan dengan Kabupaten Berau ini memang sangat pesat selama beberapa tahun terakhir ini.
KALTIM POST. PERKEMBANGAN perekonomian di dua kecamatan itu dinilai oleh berbagai pihak maju pesat. Buktinya, sejumlah bank juga telah membuka cabang pembantu dan kantor kas di kawasan itu, mengingat potensinya sangat menjanjikan. Pasar tradisional yang dibuka di setiap pekan, menjadi tempat bagi karyawan perusahaan untuk berbelanja kebutuhan ekonomi selama sepekan.
Warga yang dulunya enggan berkebun, kini justru mencari lahan untuk membuka kebun. Namun karena sebagian besar lahan sudah ditanami sawit dan tanaman pangan lainnya, sehingga saat ini sangat sulit mencari lahan tidur di Kongbeng dan Muara Wahau.
Salah satu bukti  kemajuan di daerah pedalaman ini,  peredaran uang di masyarakat setiap bulannya mencapai puluhan miliar rupiah. Sebagai contoh, Bank Pembangunan Daerah (BPD/Bankaltim) dan BRI di SP IV Kongbeng yang berdekatan dengan Muara Wahau setiap bulannya mampu mengakomodasi uang miliaran rupiah.
“Setiap bulan transaksi peredaran uang di kedua bank itu sekitar Rp 10 miliar. Belum lagi di pasar dan toko-toko kelontong milik masyarakat,” kata Camat Kongbeng Fahmi Anwar, belum lama ini.
Setidaknya menurut Fahmi, uang yang beredar di tengah masyarakat mencapai lebih Rp 10 miliar lebih.
Kenyataan yang sama juga diutarakan H Abdul Halim Johar salah seorang unsur manajemen PT Swakarsa Sinarsentosa. Menurut Abdul Halim Johar yang juga mantan Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kutim ini, pihak Swakarsa setiap bulannya memberikan gaji kepada karyawan tidak kurang dari Rp 5 miliar. Dana itu belum termasuk pembayaran kontraktor atau perusahaan rekanan yang merupakan mitra perusahaan.
“Itu baru dari perusahaan yang kami kelola. Belum lagi perusahaan perkebunan lain yang juga memiliki karyawan banyak, sehingga uang yang beredar di masyarakat lebih dari Rp 10 miliar setiap bulannya,” kata Dudung, panggilan akrab Abdul Halim Johar.
Dengan adanya perusahaan perkebunan di Muara Wahau, pihaknya mengajak kepada masyarakat terlibat langsung dalam pembangunan daerah. Terlebih dengan adanya jembatan yang menghubungkan Muara Wahau Lama dengan kawasan pemukiman transmigrasi dan Kecamatan Kongbeng, memperlancar akses transportasi kedua kecamatan dan sebaliknya.
Roda perekonomian masyarakat semakin berkembang pesat. Penginapan juga bertambah, berikut usaha yang dilakukan masyarakat maupun koperasi semakin berkembang pesat.
Menurut Camat Muara Wahau Yusriansyah, pertumbuhan dan pembangunan ekonomi masyarakat di wilayahnya semakin maju. Dengan adanya perkebunan kelapa sawit, masyarakat menjadi berkembang dan terbuka untuk mengembangkan usahanya yang berkaitan dengan industri sawit. Salah satu contohnya, transportasi pengangkutan tandan buah segar maupun lainnya.
Pertanian juga diakuinya semakin maju. Sebab, karyawan di perusahaan perkebunan kelapa sawit membutuhkan berbagai kebutuhan pangan, sehingga sayur dan kebutuhan lain bisa dipasok petani lokal. Hal yang sama juga terlihat di kecamatan Kongbeng. Tak heran, pasar tradisional di kedua kecamatan ini semakin ramai, terutama saat karyawan menerima gaji.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s