ESDM Terbitkan Peraturan Rekomendasi ET Batubara

Selasa, 12 Agustus 2014

BERITA SATU. Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan peraturan tentang persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha pertambangan untuk bisa melakukan ekspor batubara.

“Peraturannya kemarin saya tandatangani. Ini belaku untuk PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara) dan Izin Usaha Pertambangan (IUP),” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, R. Sukhyar di Jakarta, Selasa (12/08).

Sukhyar menerangkan, ESDM menjadi pihak yang berwenang untuk mengirimkan rekomendasi Eksportir Terdaftar (ET) ke Kementerian Perdagangan (Kemdag). Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 39/M-DAG/PER/7/2014 tentang ketentuan ekspor batu bara dan produk batubara.

Dalam Peraturan Dirjen Minerba, lanjut dia, menyatakan proses rekomendasi ET diawali dengan permohonan dari pelaku usaha. Kemudian dalam permohonan itu dilampirkan kelengkapan administrasi seperti Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) perusahaan.

Namun, akata Sukhyar, untuk pemegang IUP harus melampirkan juga persetujuan dari pemerintah daerah lantaran RKAB pemegang IUP disahkan oleh pemda setempat. “Kalau PKP2B kan sudah jelas karena dia kontrak. RKAB-nya kami yang setujui. Kalau IUP kan pemda yang mensahkan,” ujarnya.

Permendag itu berlaku efektif mulai pada 1 September 2014 mendatang. Dalam peraturan itu menyebutkan untuk mendapatkan status Eksportir Terdaftar (ET) batubara dari Kementerian Perdagangan harus terlebih dahulu memperoleh rekomendasi dari Ditjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s