Gapperindo: Pemberlakukan PPN Produk Pertanian Bebani Petani

Jumat, 15 Agustus 2014

TRIBUNNEWS.COM.MAKASSAR-Ketua Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) Sulsel, Sulaiman Husain, menilai pemberlakuan PPN untuk produk pertanian akan menjadi beban baru bagi petani.

“Pendapatan petani tidak layak dikenai PPN. Apalagi selama ini telah banyak jenis pungutan dalam bentuk bea keluar yang dibebankan,” katanya. Meski PPN tidak langsung ke petani, namun imbas biaya tambahan yang dikeluarkan akan masuk pada pembelian bagi petani.

Kondisi ini berdampak pada harga dan pendapatan petani. Sebagai contoh, katanya, pungutan untuk kakao dengan bea keluar (BK) 5-15 persen, ditambah sumbangan pihak ke tiga, serta pungutan lainnya.

Kelapa sawit ada bea keluar CPO dan pungutan lainnya. “Jika ditambah PPN akan sangat mempengaruhi kesinambungan pertanian dan perkebunan di daerah karena minat petani akan melemah,” ujarnya.

Sulaiman menambahkan hingga saat ini pemerintah juga belum bisa memberikan kebijakan dan jaminan untuk mendorong usaha agro termasuk di Sulsel terutama harga dan rendahnya daya saing.

Ketua Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Sulsel, Yusa Rasyid Ali, bahkan berharap kebijakan ini masih bisa ditinjau kembali dan dipertimbangkan lebih matang.

“Kami yakin dengan kebijakan PPN ini akan membuat petani makin kesusahan,” katanya. Pasalnya, pemberlakuan PPN 10 persen tersebut bisa berdampak ke biaya produksi petani. Hal itu merugikan terutama bagi petani skala kecil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s