ESDM Susun Neraca Sumber Daya Alam

Rabu, 20 Agustus 2014

BERITA SATU. Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyusun neraca sumber daya alam dan cadangan yang terkandung di bumi Indonesia.

Neraca ini menjadi acuan kebijakan pemerintah dalam memanfaatkan sumber daya menjadi pemenuhan energi, bukan sebagai komoditas yang hanya diperjualbelikan semata.

Kepala Badan Geologi ESDM, Surono, mengatakan kandungan sumber daya alam harus diketahui secara pasti jumlahnya melalui pengumpulan data. Sejumlah pihak termasuk pemerintah daerah dilibatkan dalam hal ini.

“Bagaimana mungkin pemerintah mengatur tapi tidak punya data berapa banyak sumber daya yang dimiliki. Akhir tahun ini kami targetkan selesai penyusunan neracanya,” kata Surono ditemui usai acara pengembangan Sistem Informasi Geografis Nasional (Signas) sumber daya geologi di Jakarta, Rabu (20/8).

Surono menjelaskan neraca tersebut bisa menjadi dasar pemerintah mengambil kebijakan. Dia mencontohkan Indonesia memiliki potensi batu bara hanya 3% di dunia atau sekitar 161 miliar ton.

Meski potensi itu lebih kecil dibandingkan Tiongkok dan Amerika Serikat, tapi Indonesia menjadi negara pengekspor batu bara terbesar di dunia.

Dia tidak ingin Indonesia malah menjadi pengimpor batu bara di kemudian hari akibat ekspor berlebih. Pasalnya, hal serupa telah terjadi di sektor minyak bumi dengan mengimpor bahan bakar minyak guna memenuhi kebutuhan dalam negeri padahal dulu Indonesia menjadi pengekspor minyak.

“Melalui neraca itu nantinya pemerintah bisa menentukan apakah menghentikan ekspor sumber daya dan digunakan untuk kebutuhan dalam negeri,” ujarnya.

Dikatakannya, kebijakan pemerintah menerapkan larangan ekspor mineral mentah dan mewajibkan pembangunan pabrik pengolahan pemurnian di dalam negeri (smelter) harus didukung semua pihak.

Pasalnya smeleter memiliki multiplier efek yang besar. Dia menyebut smelter membuka lapangan kerja mulai dari tenaga kasar hingga tenaga ahli. Selain itu roda perekonomian disekitar smelter pun bergulir.

“Kalau pertambangan cuma sekedar keruk dan jual maka akan jadi bangsa yang tidak berdaulat. Harus ada peningkatan nilai tambah,” jelasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s