4.933 hektare lahan sawit di Jambi rusak

Sabtu, 23 Agustus 2014

Jambi (ANTARA News) – Lahan perkebunan kelapa sawit seluas 4.933 hektare di Provinsi Jambi mengalami kerusakan yang dipicu usia sawit sejak masa tanam, sehingga tidak lagi menghasilkan buah.

Kabid Produksi Dinas Perkebunan Jambi Syadudin ketika dikonfirmasi Sabtu menjelaskan, lahan sawit di Jambi yang sudah rusak seluas 4.933 hektare, di antaranya 3.012 hektare lahan rakyat dan 1.921 hektare milik perusahaan swasta.

“Pengelolaan lahan sawit ada tiga pola, yakni lahan rakyat, lahan perusahaan negara dan lahan milik perusahaan swasta,” katanya.

Hingga saat ini hanya lahan sawit milik perusahaan negara belum ada yang rusak, lahan sawit yang rusak itu merupakan lahan-lahan plasma.

Dengan kondisi itu, lahan-lahan tersebut perlu dilakukan replanting (penanaman ulang) atau peremajaan, namun tahun ini, program itu belum ada.

“Arah ke program replanting itu sudah ada, tapi belum pasti, saya juga belum begitu faham,” katanya.

Di Provinsi Jambi, sawit sudah mulai ditanam sejak 1983, hingga 2012, lahan yang terdata seluas 589.340 hektare, angka itu termasuk perkebunan rakyat, perusahaan negara dan perusahaan swasta dan selama itu juga lahan tersebut belum direplanting.

“Hitungan kita berdasarkan lahan tiga pola itu, dari tahun 1983 sawit itu tidak pernah diganti. Jika usia sawit tua, otomatis sudah rusak,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap kabupaten di Provinsi Jambi ada lahan sawit, namun terkait luas lahan yang paling banyak rusak, Syadudin mengatakan, lahan yang paling banyak rusak berada di Kabupaten Muarojambi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s