Dua Pakar Gambut Jepang Studi Banding di Konsesi RAPP

Jum’at, 22 Agustus 2014

Dua pakar gambut dari Universitas Kyoto, Jepang melakukan studi ekohidro di lahan konsesi PT RAPP. Keduanya berharap pengelolaan lahan gambut secara lestari tetap dipertahankan di perusahan pulp dan kertas tersebut.

Riauterkini-PEKANBARU-Dua pakar gambut dunia dari Universitas Kyoto, Jepang, yakni Prof Hisao Furukawa dan Prof Emeritus Isamu Yamada melakukan studi banding soal pemanfaatkan lahan gambut menggunakan sistem ekohidro di areal konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Kedua pakar ekologi kehutanan (Forest Ecology) ini telah melalang buana selama 50 tahun, khusus meneliti tentang lahan gambut di areal gambut PT RAPP, 20-22 Agustus 2014 ini.

Menurut Furukawa, PT RAPP selalu improve dalam teknologi pengelolaan hutan tanaman sehingga ada harapan menuju pengelolaan hutan lestari. Dibandingkan dengan 30 tahun lalu, pengelolaan lahan gambut di Indonesia saat ini sudah cukup baik karena perusahaan-perusahaan yang mengelola terus meng-improve teknologi pengelolaannya sesuai dengan sifat dan ciri gambut.

Dalam hal ini teknologi pengelolaan gambut di Indonesia sudah menggunakan teknologi yang sejajar dengan negara lain seperti Malaysia. Pengelolaan HTI pada lahan gambut di Indonesia sudah cukup advance dan secara ekologi cukup bijak sehingga menjanjikan prospek yang baik.

Pendapat senada diungkap Prof Yamada. Dikatakannya, setelah melakukan kunjungan pengelolaan gambut di Riau, ada harapan (hope), apa yang dilakukan oleh PT RAPP sangat impressive dan membuat saya optimis akan kemajuan pengelolaan lahan gambut di Indonesia.

”Saya menekankan bahwa tidak hanya secara teknis saja yang diperhatikan, tetapi aspek sosial dan konservasi juga perlu diperhatikan. Permasalahan dalam pengelolaan lahan gambut tidak bisa diselesaikan hanya dengan aspek ekonomi, tetapi harus juga dengan pendekatan aspek sosial. Selain itu sangat penting juga untuk melakukan upaya konservasi kekayaan jenis lokal,” ucapnya.

Yamada mengaku sangat puas karena PT. RAPP telah memikirkan dan melakukan hal ini, antara lain dengan dibuatnya nursery khusus jenis-jenis lokal. Saya menyarankan agar bibit dari nursery tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat selain dari perusahaan sendiri untuk kegiatan merestorasi kawasan konservasi di areal perusahaan.***(son)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s