Moratorium Dihentikan setelah Semua Tertib

Sabtu, 23 Agustus 2014

KALTIM POST. BALIKPAPAN – Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan bahwa moratorium pertambangan, perkebunan dan kehutanan tidak akan dihentikan hingga para bupati dan wali kota secara sungguh-sungguh melaksanakannya.  Moratorium harus dilakukan untuk menyelamatkan lingkungan dari kehancuran akibat degradasi yang brutal.
“Kemarin saya ditanya wartawan, moratorium itu sampai kapan, pak? Saya katakan, moratorium akan dihentikan setelah semua bupati dan wali kota melakukan penertiban dan audit terhadap operasional perkebunan, kehutanan dan juga pertambangan,” kata Gubernur Awang Faroek Ishak saat menyampaikan sambutan pada peresmian Kebun Raya Balikpapan (KRB), Rabu (20/8) lalu.
Moratorium harus dilakukan mengingat laju degradasi lahan dan hutan di Kaltim tergolong sangat memprihatinkan. Jika tidak dibendung, maka kerusakan lahan dan hutan di Kaltim akan semakin tak terkendali.
Saat ini di Kaltim, untuk kuasa pertambangan terdapat sebanyak 1.400 izin usaha pertambangan (IUP) dan 33 PKP2B. Apabila eksploitasi sumber daya alam itu terus dilakukan, tanpa adanya reklamasi dan revegetasi, maka kehancurana hutan Kaltim akan semakin parah.
Gubernur mengakui, tidak semua kabupaten/kota tulus melaksanakan moratorium tersebut. Pasalnya, hingga saat ini baru dua kabupaten dan kota yang sudah memberikan tindakan tegas kepada perusahaan pertambangan nakal yang tidak melakukan reklamasi dan revegetasi.
“Sebanyak 12 perusahaan sudah diberikan peringatan di Kukar dan 7 perusahaan tambang di Samarinda juga sudah diberikan peringatan. Lainnya belum ada,” ujar Awang Faroek.
Dalam melaksanakan moratorium tersebut, Gubernur Awang Faroek mengakui sudah melakukan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Pemprov sudah lakukan kerja sama dan supervisi dengan KPK. Makanya, moratorium ini tidak akan dihentikan sampai semuanya tertib,” lanjutnya.
Faroek berterima kasih karena kebijakannya di daerah juga mendapat dukungan Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan. Hal ini akan menambah motivasi gubernur untuk bersikap lebih tegas dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan ini.
“Terima kasih kepada Menteri Kehutanan yang mendukung moratorium kehutanan, perkebunan dan pertambangan di Kaltim. Ini menambah motivasi kami untuk terus melakukan penyelamatan dan pelestarian lingkungan,” tegas Faroek.
Sedangkan Menhut Zulkifli Hasan mengatakan, langkah Gubernur Awang Faroek melakukan moratorium pertambangan, perkebunan dan kehutanan merupakan hal yang tepat sebagai komitmen penyelamatan lingkungan. Langkah seperti ini sudah sepatutnya juga dilakukan daerah-daerah lain di Indonesia.
“Saya mendukung penuh langkah Pak Gubernur untuk melakukan tindakan tegas melalui kebijakan moratorium ini,” tegas Zulkifli Hasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s