Menebak nasib MP3EI kebanggaan SBY di tangan Jokowi

Rabu, 27 Agustus 2014

Merdeka.comMasterplan Percepatan Pengembangan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang memperbesar keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur dasar bidang energi dan perhubungan dianggap pemerintah sukses selama era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sekretaris Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI), Luky Eko Wuryanto optimis proyek Masterplan Percepatan Pemerataan Ekonomi Indonesia akan dilanjutkan pemerintahan Joko Widodo. Pemerintahan mendatang tidak bisa seenaknya menghentikan proyek MP3EI.

Dia mengatakan, saat ini, proyek MP3EI sudah berjalan dan sudah banyak pemerintah maupun swasta yang menanamkan uang. Sehingga tidak mungkin proyek yang sudah dikerjakan bisa dihentikan. “Pemerintah baru tidak bisa stop. Ganti pemerintahan stop begitu saja tidak bisa. Beberapa proyek kita akan uraikan,” katanya.

Luky menegaskan pemerintah Jokowi juga disebut tidak berhak menghentikan proyek yang telah dibangun pemerintah. Selain itu, BUMN juga telah melakukan komitmen dengan investor dan perbankan yang tidak mungkin dihentikan. “Kerja sama pemerintah dan swasta nanti dihentikan jadi buruk pemerintahnya. Masa bangun gedung setengah dihentikan.”

Setidaknya ada 132 proyek akan di groundbreaking hingga akhir tahun dengan nilai proyek Rp 443,5 triliun. Semenjak program MP3EI diluncurkan, sudah 383 proyek yang dikerjakan dengan nilai investasi mencapai Rp 864 triliun.

Dana ini tersebar dari dana pemerintah, BUMN maupun swasta. Rinciannya, BUMN sebesar Rp 224 triliun, swasta Rp 324 triliun, pemerintah sudah Rp 133 triliun.

Sementara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana menegaskan pihaknya tidak bisa memastikan proyek Master Plan Percepatan Pemerataan Ekonomi Indonesia (MP3EI), akan dilanjutkan presiden mendatang. “Itu tergantung presiden. Tapi Pak Presiden SBY, akan bertemu presiden mendatang,” ujarnya.

Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup di era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sonny Keraf, mengkritik program MP3EI yang selalu dibangga-banggakan pemerintah. Menurut Sonny, jika program-program ini dilanjutkan, bakal merugikan petani dan rakyat di berbagai daerah.

Sonny membeberkan tiga alasan untuk menghentikan program MP3EI. Pertama, program MP3EI lebih memberi peluang seluas-luasnya bagi investor besar untuk menguasai atau mengeruk sumber daya alam (SDA) daerah, namun dengan memberikan manfaat sangat minim bagi masyarakat.

Kedua, Program MP3EI sama sekali tidak memperhitungkan keseimbangan ekologis kawasan-kawasan setempat. Dan ketiga, program yang ambisius ini juga melanggar hak-hak setempat khususnya masyarakat adat atas tanah.

“Program seperti ini mudah memicu konflik dengan masyarakat setempat. Nah, apakah kita akan meneruskan program ambisius yang akan memicu konflik ini di masyarakat?,” kata dia.

Kritik terhadap MP3EI juga dilontarkan Anggota Dewan Inovasi Nasional yang ikut dalam perumusan MP3EI, Tri Mumpuni. Dia melihat proyek MP3EI tidak memberikan kesejahteraan pada masyarakat lokal. Perlahan, masyarakat tergusur dari lahannya dan hanya menghasilkan kemiskinan baru. “Harus dirombak total,” ujar Tri.

Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka) ini menilai, program tersebut telah kehilangan rohnya, menjauhkan ekonomi kerakyatan, malahan membuat kesenjangan ekonomi lebih tinggi dengan masyarakat desa. “Kenapa pembangunan penting dimulai dari desa, karena semua itu ada di desa, apa saja, tambang, pertanian ada di desa,” katanya.

Dia mengatakan jika perekonomian dimulai dari desa, maka masyarakat punya aset dan pertumbuhan ekonomi baru muncul di desa-desa. “Hingga orang akan senang hati tinggal di desa. Pembangunan tidak dikonsentrasi di desa,” katanya.

MP3EI hanya memberikan hak pada swasta tanpa adanya kontrol pemerintah. Lalu apa Jokowi nanti tetap akan melanjutkan program kebanggaan SBY ini atau tidak? Tentunya menarik ditunggu melihat strategi pembangunan presiden baru ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s