Kemendag Ingin Penerapan SVLK Impor Wajib

Senin, 08/09/2014

NERACA

Jakarta – Kementerian Perdagangan merasa keberatan dengan adanya permintaan dari beberapa perusahaan dalam negeri yang meminta penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) bisa dilakukan secara voluntary atau sukarela.

“Saya terus terang melihat adanya perkembangan yang sedikit merisaukan karena adanya permintaan untuk kayu dan produk kayu itu tidak lagi seluruhnya dimasukkan dalam mandatori,” kata Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, saat berdialog dengan wartawan, di jakarta, akhir pekan kemarin.

Bayu mengatakan bahwa beberapa perusahaan di dalam negeri sudah mengajukan agar penerapan SVLK tersebut bisa dilakukan secara sukarela dan tidak lagi menjadi kewajiban. Adapun sertifikat jaminan legalitas kayu tersebut, kata dia, bertujuan untuk memberikan kepercayaan publik melalui jaminan lacak balak kayu bahwa pasokan kayu berasal dari sumber yang legal dan memenuhi persyaratan peraturan yang sah (legal compliance).

“Kementerian Perdagangan keberatan dengan adanya usulan tersebut karena sudah keluar dari prinsip awal bahwa legal logging itu adalah keinginan kita, bukan keinginan pembeli, dan keberlanjutan adalah kebutuhan kita bukan hanya sekadar mengikuti permintaan pasar,” kata Bayu.Next

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s