Kaltim Curhat MP3EI ke SBY

Minggu, 14 September 2014

KALTIM POST. BALIKPAPAN- Provinsi Kaltim, khususnya Kota Balikpapan, siap dibanjiri pejabat negara besok (15/9). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan melakukan groundbreaking (pencanangan proses konstruksi) dan peresmian sejumlah megaproyek nasional dalam lawatan terakhirnya sebagai kepala negara ke Benua Etam, sebelum Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mengambil alih tampuk pemerintahan pada 20 Oktober mendatang.
Dalam rombongan tercatat ada sembilan menteri dan pejabat setingkat menteri yang diboyong ke Kota Minyak, Senin pagi. Yakni, Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menko Perekonomian Chairul Tanjung, dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.
Selain itu, hadir Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Menteri Perindustrian MS Hidayat. Itu belum termasuk para kepala daerah se-Kalimantan dan beberapa duta besar. Acara dipusatkan di halaman terminal keberangkatan Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan. “Itu berdasar list undangan di Kemenko Perekonomian.
Menteri-menteri terkait hadir,” ucap Kepala Biro Pembangunan Daerah Setprov Kaltim, Salman Lumoindong, Sabtu (13/9). Salman menerangkan, ada sedikit perubahan terhadap proyek yang akan diresmikan SBY. Sedianya orang nomor satu di republik ini meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa Sawit PT Tanjung Buyu Perkasa Plantations.
Namun, berdasarkan rapat terakhir bersama Sekretariat Negara (Setneg), diputuskan proyek itu hanya diresmikan Menko Perekonomian. “Gedung VIP Room Bandara Sepinggan sebagai gantinya (diresmikan oleh SBY, Red). Awalnya direncanakan hanya diresmikan Gubernur Kaltim,” jelas dia. Sebagai informasi, ada dua proyek yang di-groundbreaking, yakni Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), serta peresmian tujuh proyek bernilai Rp 10,28 triliun (selengkapnya lihat infografis).
Sementara, tiga perguruan tinggi di luar Kaltim, yakni Universitas Timor, Institut Teknologi Sumatera (Itera), dan Politeknik Cilacap, yang sempat diusulkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, rupanya juga urung masuk daftar proyek yang akan di-groundbreaking saat SBY bertandang. “Ada persoalan teknis. Kalau (terminal baru) Bandara Juanda tetap ikut diresmikan di sini (Kaltim),” ujar Salman.
Peresmian Bandara Ngurah Rai, Denpasar, terang dia, juga sempat mengemuka agar diresmikan bersama Sepinggan dan Juanda. “Angkasa Pura mengusulkan begitu tadi pagi (kemarin, Red). Tapi, diputuskan diresmikan terpisah,” sebut dia.
Total, di Balikpapan besok, rombongan Presiden SBY akan melakukan peresmian dan groundbreaking 28 proyek infrastruktur yang tersebar dalam enam koridor ekonomi (KE) dan memiliki nilai investasi mencapai Rp 61,68 triliun.
Apakah momentum itu dimanfaatkan sebagai ajang “curhat” agar proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Pulau Borneo tetap dilanjutkan? Seperti diketahui, pekan ini di Samarinda, Staf Deputi Rumah Transisi Dr Don K Marut menyampaikan wacana penghentian megaproyek raksasa itu jika kelak Jokowi-JK telah memimpin.
Para petinggi daerah ini segera menyatakan keberatannya. “Saya kira pasti (disampaikan ke SBY, Red). Jadi, evaluasi pelaksanaan MP3EI. Akan disampaikan masalah yang dihadapi dan harapannya,” ucap Salman. Lagi pula, lanjut dia, dalam refleksi tiga tahun program MP3EI yang turut dihadiri Jokowi, juga telah disampaikan harapan agar program tersebut tetap dilanjutkan.
Pada Senin malam, akan diadakan pula rapat koordinasi yang dihadiri gubernur se-Kalimantan untuk mengevaluasi jalannya proyek MP3EI koridor 3 Kalimantan. “Pak Menko Perekonomian yang memimpin,” ujarnya. Soal pengamanan, sudah dibahas dalam rapat di Setneg, Rabu (10/9), yang dihadiri Kodam VI/Mulawarman, Polda Kaltim, dan Paspampres. “Tidak ada masalah,” sebutnya.
SNIPER SIAGA
Kapendam VI/Mulawarman, Letnan Kolonel Chb Totok Surahmat menuturkan pihaknya tidak memiliki kesiapan khusus jelang kedatangan SBY. Sebab, semua telah disiapkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) atau protap pengamanan VVIP. Pihak TNI membentuk satuan tugas yang terdiri dari Paspampres dan satuan gabungan TNI/Polri wilayah Kaltim. “Jumlahnya cukup memadai sekitar 600-an.
Namun bisa berubah sesuai situasi yang berkembang. Hari ini (kemarin, Red) diadakan geladi bersih seluruh unsur, baik panitia, event organizer, dan satuan pengaman,” jelasnya. Khusus polisi, mereka bertugas di ring 2. Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Fajar Setiawan menyatakan kesiapan personel yang terlibat pengamanan di seluruh areal Bandara Sepinggan.
Pihaknya juga menyiagakan penembak jitu (sniper). “Personel sudah siap dan pola pengamanan tetap berkoordinasi TNI,” ucapnya, kemarin setelah geladi latihan pengamanan kedatangan SBY di bandara, kemarin. Untuk Polri, ada kurang-lebih 600 personel terdiri dari Polda, Polres, Polsek, serta Satuan Brimob. “Penembak jitu ada.
Mereka di titik-titik tertentu,” imbuhnya. Apakah ada laporan unjuk rasa saat kedatangan Presiden nanti? “Sampai sekarang tidak ada laporan secara resmi. Tapi, seluruh jajaran antisipasi,” ungkapnya. Karena itu, Polda mengerahkan sejumlah peralatan taktis. Di antaranya, mobil penghalau unjuk rasa, tameng, dan water canon.
CT LANGSUNG KE KUTIM
Selang sehari (16/9), Menko Perekonomian Chairul “CT” Tanjung akan meresmikan sembilan proyek MP3EI lainnya di Kaltim dan meng-groundbreaking megaproyek yang sempat diragukan nasibnya semasa kepemimpinan SBY. Yakni, pembangunan Jalan Tol Samarinda-Balikpapan tahap II di Paket I dan V.
Itu lantaran usulan pembiayaan multiyears contract (kontrak tahun jamak) jalan tol sebesar Rp 1,5 triliun yang bersumber dari APBD Kaltim baru disetujui DPRD Kaltim pada 29 Agustus lalu. “Tanda dimulainya tahap II akan dipusatkan di Km 13 Balikpapan,” ujar Salman Lumoindong. Selepas acara itu, CT langsung bertolak ke Kutai Timur untuk meresmikan sejumlah proyek yang dipusatkan di KIPI Maloy.
Diketahui, total seluruh proyek senilai Rp 11,21 triliun. Di antaranya, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan. Ditandai dengan peresmian tiga pabrik PT Indonesia Plantation Sinergy, Pabrik Kelapa Sawit PT Cahaya Tiara Plantation, dan Pabrik Kelapa Sawit PT Sasana Yudha Bhakti.
INFRASTRUKTUR ITU PENTING
Dalam refleksi tiga tahun MP3EI di Jakarta Convention Center, akhir pekan, Presiden SBY kembali menegaskan pembangunan infrastruktur adalah untuk menggerakkan perekonomian, mengurangi pengangguran, serta pengurangan kemiskinan. “Kita diajari di era globalisasi ini harus pandai-pandai mendapatkan kesempatan. Semoga MP3EI lebih dari hanya mendapatkan, tapi menciptakan kesempatan,” katanya.
Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur berperan penting dalam mewujudkan konektivitas regional dan global. ASEAN tumbuh menjadi pilar tertinggi dalam perekonomian dunia. Oleh karena itu, percepatan konektivitas di kawasan tersebut menjadi amat penting.
“Ketika saya menganalisis dan mencoba memahami konsep besar ini, agar Asia terhubung satu sama lain, maka kewajiban kita memastikan terlebih dahulu bahwa negara kita harus terhubung dengan baik,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s